Halaman UtamaKorupsi dan MoralKorupsi dan PendidikanKorupsi dan SDMInfo KorupsiSaran KitaForum KorupsiPendidikan Network

Disini Anda dapat bersuara mengenai hal-hal Korupsi,   berkomunikasi dengan teman-teman dan kolega di Indonesia yang Anti-Korupsi,   menulis Aspirasi Anda terhadap Masa Depan Bangsa,   &    dapat memasang Berita mengenai Kegiatan Anti-Korupsi.
Suara Yang Peduli Bangsa Indonesia
Musuh Kita di Dalam Negeri
Enemy of Public Morals
English
Language

Korupsi dan Moral Bangsa
Setiap hari kita membaca dan mendengar saran-saran mengenai hal-hal moral bangsa Indonesia. Yang sangat sering dikatakan merusak moral anak bangsa kita adalah pornografi dan judi. Tetapi hanya sedikit masyarakat terkait dengan pornografi dan judi, dan biasanya yang ingin saja. Di semua negara ada pornografi dan judi. Mana yang benar?

Jadi, pornografi dan judi hanya sebagai hal kecil dibanding dengan musuh moral kita yang utama. Apa yang jauh berbeda di Indonesia yang sangat merusak moral serta kesejahteraan masyarakat? Indonesia terkenal di dunia untuk apa selain bulu tangkis? Ya korupsi, kita termasuk negara yang paling terkenal!

Bagaimana masalah korupsi dibanding dengan hal moral yang lain, misalnya: pornografi dan judi?
Di semua negara ada pornografi dan judi, dan selama-lamanya akan ada pornografi dan judi. Kita memang harus melawan pornografi dan judi, tetapi kalau kita membuka mata lebih luas, memang hal-hal tersebut tidak mempengaruhi banyak orang, hanya yang terkait atau ingin berpartisipasi. Tetapi korupsi mempengaruhi semua masyarakat (mau tidak mau). Dan bagaimana mungkin kita dapat memberantas pornografi dan judi kalau korupsi tetap berjalan. Kriminal tinggal "bayar saja" dan kegiatan mereka dapat dilanjutkan lagi.

Beberapa hari yang lalu di Metro TV ada program mengenai masalah pornografi dan presenter program bertanya kepada salah satu peserta panel, masalah apa yang lebih penting korupsi atau pornografi? Jawaban yang disampaikan "sama saja". Jawaban ini hanya membuktikan bahwa pesertanya panel sendiri kurang mengerti implikasi hal-hal tersebut.

Anak kita belajar moral dari kita, bukan dari yang kita ajarkan tetapi dari yang kita lakukan. Kalau kita sendiri tidak jujur atau menghormati koruptor (pencuri) tidak ada gunanya kalau kita bilang jangan mencuri. Ini kelihatannya masalah utama dengan persepsi masyarakat. Yang merusak moral bangsa kita adalah contoh-contoh buruk yang kita saksikan setiap hari. Misalnya koruptor yang mencuri puluhan milyar Rupiah terus dilepaskan, tetapi orang yang mencuri Rp.500.000 karena lapar langsung digebukin dan dimasukkan penjara. Ini mendidik apa kepada anak kita? Berarti, kalau anda ingin mencuri, mencuri yang banyak jangan yang kecil-kecil.

Akhirnya, korupsi sangat merugikan semua masyarakat termasuk koruptor, karena biar mereka kaya, mereka juga harus tinggal di lingkungan yang buruk dan tidak aman.

Saran Anda
(Saran Anda dapat dipasang di sini)

Name: Ryanti
Saya: Siswi dari SMK Negeri 11 Bandung
E-Mail: ryanti_srk@plasa.com
Type of Input: Moral

Comments:
Korupsi di Indonesia sangatlah meruncing di semua bidang, termasuk pendidikan......korupsi merupakan moral yang kurang baik....seharusnya diIndonesia korupsi diberantas......agar tidak ada lagi yang menderita karena korupsi........sebenarnya bukan orang dewasa saja yang bisa korupsi tapi korupsi sudah ada juga pada kalangan pelajar...misalnya korupsi tentang pembayaran buku pelajaran.....memang tidak semua pelajar begitu tapi saya juga mengaku pernah melakukannya...... Jadi..sifat korupsi mulai diberikan sejak dini mungkin agar nanti mereka tidak akan terlahir sebagai "Koruptor"........Terima kasih
Date: 16 September 2004


Name: YANTO
Saya: Mahasiswa dari FE UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
E-Mail: yanto_sagu@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Korupsi Gejala Penyakit Sosial
Disela-sela keramaian menuju pilpres putaran II, pengungkapan kasus korupsi terus dilaksanakan didaerah-daerah. Berbagai media berlomba-lomba menayangkan pemberitaan terbaru terkait temuan korupsi oleh kejaksaan. Bak cendawan di musim hujan. Jumlah kasus-kasus korupsi yang di ungkap sungguh melewati nalar dan akal sehat bangsa kita. Dari segi jumlah nilainya. Jumlah anggota dewan yang terlibat. Jumlah kota maupun kabupaten tempat korupsi. Termasuk juga jumlah modusnya yang bermacam-macam. Sudah sedemikian hinakah bangsa kita. Sehingga, sampai-sampai, anggota dewan yang seharusnya menjadi panutan dan teladan masyarakat, justru tak dapat digugu dan ditiru akhlaknya.

Tidak semua pihak merasa gembira dengan maraknya upaya kejaksaan mengintai setiap gerak-gerik anggota dewan. Pengungkapan korupsi ini tentu saja menimbulkan berbagai perasaan dibenak masyarakat. Di satu sisi menciptakan rasa was-was. Bukan tidak mungkin masyarakat juga menyadari. Bahwa mereka sesungguhnya punya andil dalam melestarikan korupsi. Seperti pepatah, jika tidak ada yang menyuap tentu saja tidak akan ada yang menerima suap. Rasa was-was ini sangat berbahaya karena dapat memadamkan semangat memerangi korupsi.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)Kejasaan Agung, Kemas Yahya Rahman, kasus dugaan korupsi anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota terjadi hampir disemua provinsi. Melibatkan lebih dari 300 anggota legislative dengan kerugian negara ratusan miliar. Belum termasuk yang ditangani kepolisian. Dan Kemas menduga, anggota dewan yang terlibat kasus korupsi masih bisa bertambah jumlahnya. Selama enam bulan terakhir total korupsi yang dilakukan anggota DPRD tercatat lebih dari Rp 394 miliar, yakni di 59 DPRD. Nilai ini sebatas data yang dihimpun dari berbagai media massa nasional (pos info 2-8 September 2004)

Sampai dengan saat ini kebanyakan masyarakat masih terpaku melihat fenomena pengungkapan kasus korupsi. Perkara ini memang sulit untuk dijelaskan. Belum ditemukan pemaparan para ahli dibidang social mengenai sakit yang melanda bangsa ini. Oleh karenanya, kita sebut saja gejala sakit masyarakat ini sebagai hyper corruptus. Yaitu suatu keadaan dimana korupsi sebagai bentuk penyimpangan moral telah melewati batas-batas nalar kemanusiaan kita sebagai bangsa beradab. Bangsa dengan lima sila yang agung. Yang selalu menyelaraskan kehendak berke-Tuhan-an sekaligus berkemanusiaan. Menjadikan hubungan antar individu dalam masyarakat dalam konteks interaksi yang diwarnai nilai-nilai persatuan dan keadilan.

Dampak korupsi telah menghancurkan sendi-sendi dalam kehidupan berbangsa. Malang Corruption Watch (MCW), 2003,menjabarkan hal sebagai berikut. Ditinjau dari aspek politik dapat dilihat manakala proses politik itu didasarkan bukan membawa kepentingan masyarakat secara umum, tetapi lebih didasarkan atas kemauan dan kepentingan untuk maksud-maksud tertentu dengan membawa agenda pribadi yang dibungkus kepentingan masyarakat. Contohnya, pada bentuk-bentuk kolutif pemilihan walikota/bupati. Penyusuna/pembuatan perda. LPT/LPJ Bupati/walikota. Pemenangan tender proyek dan pada perijinan yang diskriminatif.Alih-alih terjadilah apa yang disebut lemahnya pelayanan terhadap kepentingan publik. Selain itu menimbulkan diskriminasi hukum dan kebijakan. Kemudian mengarah pada legalisasi produk kebijakan yang korup.

Ditinjau dari aspek ekonomi, korupsi selalu dilakukan dengan cara-cara tidak sah dalam mendapatkan sesuatu melalui pola dan modus yang memanfaatkan kedudukan. Dampaknya, terjadi pemusatan ekonomi pada elit kekuasaan. Yang dimaksud kekuasaan disini adalah kekuasaan dalam arti pengambil kebijakan (DPRD dan Bupati/Walikota) dan kekuasaan modal (pengusaha) untuk melakukan aktifitas ekonomi. Disini MCW memberi catatan sebagai berikut, "Apabila aliran dana ekonomi berputar pada ketiga kelompok tersebut maka kelompok lain yaitu masyarakat yang tidak cukup punya modal dan kemampuan untuk menembus birokrasi pemerintahan akan tetap mengais rejeki dari sisa-sisa kelompok pemodal.

Dari segi aspek social-budaya lebih mengerikan lagi. Sebagai dampak adanya korupsi, maka akan membawa pemahaman baru bagi masyarakat tentang makna pemerintahan, aktifitas bermasayarakt atau proses bersosialisasi dengan sesama. Terkait dengan hal demikian, adalah bagaimana korupsi mampu merubah pandangan hidup masyarakat yang penuh semangat kekeuargaan menjadi masyarakat yang berberfaham kebendaan.Diamana masyarakat kita yang suka menolong berubah sedemikian rupa menjadi masyarakat yang pamrih setiap membantu yang lain.

Mempertanyakan kembali moralitas kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, mutlak dilakukan. Kita tidak perlu merasa rendah diri. Apalagi merasa malu untuk memperbaiki keadaan yang sudah sedemikian rusaknya. Sebaiknya, kita merasa kehilangan kehormatan. Ketika bangsa lain mengarahkan telunjuk dengan sinis kepada kita sebagai bangsa yang tidak mampu memperbaiki diri. Mereka akan bertanya dimana nilai-nilai dan pranata masyarakat kita sebagai bangsa yang diwarnai adat ketimuran.

Sekurang-kurangnya ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bekal untuk memperbaiki kondisi saat ini. Pertama, solusi eksternal, yang meliputi pembaruan sistem pendidikan di sekolah, mulai tingkat dasar sampai dengan tingkat lanjutan atas. Model penerapan penataran P-4 yang biasanya menjadi acuan untuk membentuk moral pelajar harus dikoreksi. Mulai dari metodenya hingga materi yang disampaikan. Pembentukan moral sejak awal ditegaskan untuk menjadikan anak sebagai manusia merdeka, bertanggungjawab dan berakhlak. Bukan untuk mencetak anak sesuai kehendak kekuasaan. Kemudian yang tidak bisa dijauhkan adalah pendidikan lingkungan keluarga. Peran agama dan keyakinan lebih mengena ketika disampaikan dalam wujud pengertian-pengertian orang tua kepada anak. Tetapi hal inipun menjadi kendala ketika orang tua kurang memperhatikan anak atau tidak dapat memberi keteladanan yang sebagaimanamestinya.

Pemerintahan baru yang terbentuk nantinya diharapkan dapat memberi keteladanan yang lebih baik dalam penegakan hukum.

Penulis, YANTO
MAHASISWA FE Universitas Muhammadiyah Malang
Date: 17 SEPTEMBER 2004


Name: Ryanti
Saya: Siswi dari SMK Negeri 11 Bandung
E-Mail: ryan_srk_spk@slta.zzn.com
Type of Input: Moral

Comments:
Benar ya...kalau koruptor yang nyuri uang misal 1 milyar kok bisa lepas dari hukum tapi orang yang mencuri hanya untuk makan saja bisa lama ditahannya.... padahal yang paling berdosakan yang mengambila uang 1 milyar.... apalagi itu uang yang rakyat.... Hukum Indonesia haruslah di Tegakkan!!! Kata guru PPKN saya aparatur negara dan Presidennya sendiri haruslah di barengi dengna PROTECTED WILL.......
Date: 18 September 2004


Name: Ridjal Kapita
Saya: Dosen dari Stikom Jakarta
E-Mail: kapitaridjal@hotmail.com
Type of Input: Moral

Comments:
Saya salut dan dukung gerakan ini. Satu pesan saya kepada para koruptor dan calon koruptor, sebaiknya segeralah mereka meninggalkan Agama dan Kepercayaan mereka setelah mereka memulai lakukan tindak korupsi. Karena ajaran agama manapun kan melarang korupsi. Jadi agar kalian (para koruptor dan calon koruptor) jangan menambah daftar panjang mereka yang malu Agama. Repotnya Dep. Agama RI adalah Departemen Terkorup No.1. Kata tetangga saya jika orang buta (baik yang berkuasa maupun tidak) saja tahu bahwa uang banyak itu enak-dan syarat agar punya uang banyak di Republik ini harus korup-maka gimana orang normal.

Mudah-mudahan secara teknnis para agamawan sadari kondisi ini.
Salam
Date: 21 September 2004


Name: abdullah
Saya: Mahasiswa dari universitas Jember
E-Mail: hnd-al@pasa.com
Type of Input: Moral

Comments:
Assalamualaikum wr wb
Moral yang sangat buruk berakibat fatalnya pemerintahan yang menjadikan kesengsaraan semakin mereajalela, wahai para birokrat, apa kerja kalian lihatlah para anak2 kecil yang harusnya kuliah malah bekerja mengamen, menyemir malah ada yang menjajakan diri. Apa bukti dari program2 kalian yang dulu maupun sekarang kalian cverocoskan, mana buktinya.....

Aq hanya ingin agar jarak antara kemiskinan di nerbagai daerah berkurang, minimal satu orang setiap bulan ito udah suatu kebanggaan bagi negara
I just wanna say whit them."Please open your heart and keep your Iman to be a best..."
Thank You
Wassalamualaikum wr wb
Date: 22 september 2004


Name: YANTO
Saya: Mahasiswa dari FE Universitas Muhammadiyah Malang
E-Mail: yanto_sagu@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Korupsi Lahir dari Budaya Birokrasi Feodal
Kekuasaan itu cenderung korup, demikian ungkapan terkenal dari Lord Acton. Karenanya seiring dengan kemajuan demokrasi dinegeri ini, kekuasaan harus selalu diawasi, supaya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak luput terhadap DPRD. Hal ini menjadi penting dikaitkan dengan adanya keinginan untuk menciptakan good governance and clean governance di lembaga publik lokal. Kendati pun demikian perkembangan jaman telah membuat berbagai penyalahgunaan kekuasaan menemukan modusnya yang terbaru sehingga pelakunya sulit diungkap apalagi dijatuhi hukuman. Maka tidak ada jalan lain, apapun gerak-gerik DPRD harus diawasi dan dicermati.

Begitu pula dengan acara hearing public DPRD , ia bisa menjadi pisau bermata dua bagi rakyat. Lagaknya mendengarkan masukan dari rakyat, tetapi potensial disalahgunakan. Inilah buah simalakama ! Pada hari Jum'at 17/9/2004, aula sidang DPRD Kota Malang sesak dipenuhi warga masyarakat. Mereka datang berduyun-duyun bukan untuk demonstrasi. Tetapi, memenuhi undangan dari panitia penyusunan tatib DPRD dengan agenda hearing publik.

Ditinjau dari segi waktunya, hearing public tidak jauh dari hari pelantikan anggota DPRD baru. Sebagai awal, langkah ini bisa dikatakan tergolong istimewa. Sehingga sebuah koran harian lokal, Radar Malang tanggal 19/9/2004, menuliskan judul secara mencolok dihalaman depan berbunyi "Pertama, Tatib Dewan Dibahas dengan Rakyat." Ikut bersama judul tersebut, diulas sebagai berikut," penyusunan tatib ini bisa dikatakan pertama kali di Indonesia. Sebab sampai saat ini tidak ada satupun DPRD kota/kabupaten maupun provinsi yang mengadakan agenda hearing publik dalam masalah tatib." Acara ini dihadiri oleh kalangan LSM yang selama ini kritis menyoroti masalah-masalah dilingkungan legislatif maupun eksekutif,misalnya LBH Pos Malang, Malang Corruption Watch (MCW) dan PP.Otoda. Sedangkan dari akademisi, DPRD mengundang Unibraw, UMM, Unisma dan Uwiga. Tidak ketinggalan pula hadir dari unsur jurnalis.

Dalam Hearing public ini dibahas berbagai hal, namun pandangan -pandangan masyarakat secara garis besar ditekankan kepada dua masalah. Yaitu, tunjangan-tunjangan bagi anggota dewan yang dimasukkan ke dalam rantatib, biaya studi banding, biaya untuk adeksi (Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia) biaya perjalanan dinas, dan biaya amal-amal lainnya. Terhadap masalah ini masyarakat minta untuk ditiadakan atau sedapatnya diminimalisir. Sedangkan masalah berikutnya yaitu, rantatib yang dibuat DPRD hendaknya juga membuat bab dan pasal khusus tentang peran serta dan penampungan aspirasi masyarakat.

Harapannya , ada mekanisme yang jelas,sehingga aspirasi masyarakat yang diterima dewan dapat dipertanggung jawabkan dan dapat ditindak lanjuti. Masalahnya sekarang, jika Hearing public sudah menjadi agenda yang tersebar di tiap-tiap DPRD kota/Kabupaten maupun provinsi, apakah bisa dikatakan lembaga legislatif ini akan bebas dari tuntutan penyalahgunaan keuangan dimasa depan dan bisa dinilai pula aspiratif terhadap rakyat?

Pertanyaan ini layak diajukan, sebab bukan tidak mungkin hearing public justru dijadikan justifikasi bagi DPRD untuk menyusun anggaran yang tidak semestinya. Sehingga, kedepan DPRD tidak perlu merasa khawatir dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan seperti yang terjadi merata hampir ditiap-tiap Kota/Kabupaten maupun provinsi pada masa sekarang ini.

Wajah DPRD selama ini tidak jauh dari ciri-ciri aktifitas birokrasi feodal. Selain itu pengaruh kehidupan politik orde baru tampaknya tertanam kuat hingga saat ini. Tidaklah mengherankan jika DPRD bersama lembaga pemerintah lainnya, yang seharusnya dibuat untuk melayani kepentingan publik justru terjebak kepada kepentingan uang dan kekuasaan.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)Kejasaan Agung, Kemas Yahya Rahman, kasus dugaan korupsi anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota terjadi hampir disemua provinsi. Melibatkan lebih dari 300 anggota legislative dengan kerugian negara ratusan miliar. Belum termasuk yang ditangani kepolisian. Dan Kemas menduga, anggota dewan yang terlibat kasus korupsi masih bisa bertambah jumlahnya. Selama enam bulan terakhir total korupsi yang dilakukan anggota DPRD tercatat lebih dari Rp 394 miliar, yakni di 59 DPRD. Nilai ini sebatas data yang dihimpun dari berbagai media massa nasional (pos info 2-8 September 2004)

Gambaran lebih dekat bias kita dapatkan dari terungkapnya skandal penyelewengan dana anggaran pembayaran premi asuransi kesehatan sebesar Rp 2,7 miliar di DPRD Kota Surabaya. Ternyata dana tersebut dibagi-bagikan kepada seluruh anggota DPRD yang berjumlah 45 orang. Akibatnya ketua DPRD M. Basuki dan wakil ketua DPRD Ali Burhan diberhentikan dari jabatannya. Begitu pula ditempat lain DPRD seringkali menjadi beban bagi rakyatnya. Maka, bercermin dari masalah tersebut kita wajib mencurigai setiap gerak-gerik DPRD demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berpihak pada publik.

Dahsyatnya dampak korupsi dapat menghancurkan sendi-sendi dalam kehidupan berbangsa. Malang Corruption Watch (MCW), 2003,menuliskan sebagai berikut. Ditinjau dari aspek politik dapat dilihat manakala proses politik itu didasarkan bukan membawa kepentingan masyarakat secara umum, tetapi lebih didasarkan atas kemauan dan kepentingan untuk maksud-maksud tertentu dengan membawa agenda pribadi yang dibungkus kepentingan masyarakat. Contohnya, pada bentuk-bentuk kolutif pemilihan walikota/bupati. Penyusunan/pembuatan perda. LPT/LPJ Bupati/walikota. Implikasinya mengarah pada legalisasi produk kebijakan yang korup.

Ditinjau dari aspek ekonomi, korupsi selalu dilakukan dengan cara-cara tidak sah dalam mendapatkan sesuatu melalui pola dan modus yang memanfaatkan kedudukan. Dampaknya, terjadi pemusatan ekonomi pada elit kekuasaan. Yang dimaksud kekuasaan disini adalah kekuasaan dalam arti pengambil kebijakan (DPRD dan Bupati/Walikota) dan kekuasaan modal (pengusaha) untuk melakukan aktifitas ekonomi.

Dari segi aspek social-budaya lebih mengerikan lagi. Sebagai dampak adanya korupsi, maka akan membawa pemahaman baru bagi masyarakat tentang makna pemerintahan, aktifitas bermasayarakat atau proses bersosialisasi dengan sesama. Terkait dengan hal demikian, adalah bagaimana korupsi mampu merubah pandangan hidup masyarakat yang penuh semangat kekeluargaan menjadi masyarakat yang berberfaham kebendaan.Diamana masyarakat kita yang suka menolong berubah sedemikian rupa menjadi masyarakat yang pamrih setiap membantu yang lain.

Gambaran diatas mencerminkan dualisme DPRD. Disatu sisi kebutuhan dana operasional untuk memperkuat partai maupun kepentingan pribadi mendominasi sikap DPRD sehingga haus uang dan kekuasaan. Disisi lain DPRD dituntut pengabdiannya pada masyarakat tanpa memandang dari unsur apa pun. Oleh karenanya kompetensi yang harus dibangun dan dimiliki oleh seorang anggota dewan jika dikaitkan dengan ciri-ciri birokrasi dengan pengertian yang luas dinegara maju mencakup;

(1) Sensitif dan responsif terhadap peluang dan tantangan baru (2)Tidak terpaku pada kegiatan-kegiatan rutin yang terkait dengan fungsi instrumental birokrasi, akan tetapi harus mampu melakukan terobosan (breaktrough) melalui pemikiran yang kreatif dan inovatif. (3) Mempunyai wawasan futuristik dan sistemik. (4) Mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi, memperhitungkan dan meminimalkan risiko. (5) Jeli terhadap potensi sumber-sumber dan peluang baru. (6) Mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan sumber yang tersedia, dengan menggeser sumber kegiatan yang berproduktifitas rendah menuju kegiatan yang berproduktifitas tinggi.

Kompetensi birokrasi lain yang dituntut oleh good governance seperti dikatakan Adil Khan dan Meier dalam Moeljarto Tjokrowinoto dkk (2004) adalah kemampuannya menjembatani antara the state dan civil society. Selain itu penegasan good governance merupakan cara mengatur pemerintahan yang memungkinkan layanan publiknya efisien, sistem pengadilannya bisa diandalkan, dan administrasinya bertanggungjawab pada publik. Dengan demikian dapat disimpulkan, pertama, birokrasi ( baca :DPRD) haruslah mampu memberikan pelayanan publik dengan adil dan inklusif sebaik-baiknya. Hal ini menuntut kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan asprasi dan kebutuhan masyarakat, dan merumuskannya dalam kebijakan dan perencanaan serta mengimplementasikannya.

Kesimpulan kedua, DPRD harus mempunyai kompetensi untuk memberdayakan masyarakat sipil dengan menciptakan enabling social setting. Artinya, pendekatan top down yang selama ini menguasai dinamika interaksi antara birokrasi dan masyarakat harus mengalami perubahan menjadi hubungan horisontal (levelling -off) (hlm 11). Dengan adanya pengertian-pengertian tersebut diharapkan DPRD mampu menjadi wakil rakyat sebenarnya.
Penulis, YANTO
Mahasiswa FE Universitas Muhammadiyah Malang
Date: 22 September 2004


Name: S P
Saya: Mahasiswa dari IPB
E-Mail: sspr@plasa.com
Type of Input: Moral

Comments:
Sesuatu yang buruk, pasti berasal dari sesuatu yang buruk. Negara dan bangsa ini jadi hancur dan krisis di segala bidang, dapat dipastikan karena bersumber dari keburukan. Baik dari sistem dan orang yang menjalankan sistem itu sendiri. Sistem itu sendiri -khususnya di Indonesia- buatan manusia yang terkadang dibuat sedemikian rupa untuk kepentingan segelintir orang untuk ambisi pribadi.

KKN yang merajalela dari berbagai kalangan, diberbagai tempat; mungkin karena saking banyaknya sehingga terlihat biasa oleh mata kita, terdengar biasa oleh telinga kita dan terasa lumrah oleh hati kita. Atau karena kita memang sudah tercebur ke dalam sistem yang salah dan terkontaminasi oleh pemikiran yang salah. Semua itu disadari atau tidak karena kurang bagusnya moral kita.
Date: 22 sept 2004




Name: umar bin chotob
Saya: Mohon Pilih dari
E-Mail: hudaya@eramuslim.com

Comments:
Korupsi harus dikikis sampai habis, iman dan yakin kepada Allah SWT harus diwujudkan dalam perbuatan sehari-hari, sholat agar selalu diprioritaskan.

Memang sholat perlu dan wajib, tetapi kita harus berusaha bila ingin memberantas korupsi.
Date: 30 September 2004


Name: nurul
Saya: Mahasiswi dari universitas jember
E-Mail: nurul_ka@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Penanganan kasus korupsi oleh kejaksaan negeri menimbulkan korupsi jenis baru antara calon tersangka dan Kejari. Tetapi institusi kejaksaan sendiri tidak ada mekanisme kontrol, sehingga Jaksa seolah menjadi manusia setengah dewa
Date: 30-09-2004


Name: Taufik Syahmardan
Saya: Guru dari Kotabaru, Kal-Sel
E-Mail: fiksyan@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Kalo di BOM (Babat Oknum Maling) gimana ? Soalnya aku sering dengar kabar angin ada beberapa orang pejabat kita punya semboyan "Yang Penting Proyek", bukannya "Proyek Yang Penting"
Date: 2-9-2004


Name: Tyo
Saya: Mahasiswa dari Jogja
E-Mail: septianka2@plasa.com
Type of Input: Moral

Comments:
Koruptor, tembak ditempat!
Date: 7 Oktober 2004


Name: stephanie
Saya: Mahasiswi dari unpad
E-Mail: steph_lucu@yahoo.com
Type of Input: Mohon Pilih

Comments:
um, mgkn saran gue standar bgt. however, sejuta saran pun ngga ada gunanya, if we never stand up and do somethin'.

kalian smua yg baca ini tentu sadar kan kalo hal mendasar yg mbuat Indonesia berada di top 3 negara terkorupsi sedunia adl krn mental manusianya?

dan mkgn kalian jg ingat, kalau kita emang udah sadar sama kekurangan bangsa kita itu. buktinya, ampir tiap hari we always makes our country as a joke. byk banget humor ttg kebejatan negeri ini, yg ironisnya dianggap sangat lucu bagi rakyat bangsa ini sdr. cnthnya, jokes ttg penjaga neraka.

ada 2 bejana panas di neraka. yg 1 isinya org2 inggris, ada penjaganya biar mereka ngga bisa lari keluar. terus, bejana yg isinya org2 indonesia ngga ada yg jaga. kenapa? soalnya, emang ngga butuh penjaga. tiap ada org indonesia yg mau naek dan kabur, pasti bakalan ditarik sama org2 di bawahnya. and, that how it works. org2 indonesia cenderung menyeret org lain bila ia sedang menderita, dan tidak suka melihat org lain bahagia.

ironisnya, we can only laugh. jokes tadi emang fakta, tapi tentu bukan utk ditertawakan, cause it means we laughing ourselves.

mstnya kita tersindir, dan berusaha merubah (at least from ourselves...) persepsi itu...

jadi, intinya, cara mengatasi korupsi adl bukan dgn menaikkan gaji2 pejabat tinggi, atau membuat seribu peraturan. karena, org indonesia berpendapat, peraturan dibuat utk dilanggar..

tapi, cara yg plg ampuh mgkn dengan intropeksi diri msg...or maybe we ever thought kenapa kita semua hrs tiba2 mengalami resesi yg berkepanjangan? TUHAN menegur dgn caraNya sendiri. dan, manusia akan mulai membenahi dirinya sdr saat ia mulai kesusahan. manusia baru akan bangun, setelah ia jatuh.

so, sampai kapan kita akan terus berdiam diri?

fix ourselves!!!
Date: 19 oct 2004


Name: Dhan
Saya: Masyarakat dari Bandung
E-Mail: chodot@yahoo.com
Type of Input: Mohon Pilih

Comments:
korupsi itu fitrah dari sifat manusia yang hewani, namun pengendalian sifat korup itu yang berat. tanpa sadar kita berkata "kamu koruptor?", padahal sesungguhnya kita tengah korupsi dengan mengambil privasi orang lain yang belum tentu koruptor. saya harap koruptor itu ada, namun jangan pernah ada lagi praktek korupsi. hanya kita sendiri yang menyadari bahwa sebenarnya seperti apa korupsi, saya hanya bisa mengatakan koruptor itu maling, maling itu temennya setan, maka berusalah menjauhi setan agar tidak maling dan tidak menjadi koruptor, pernahkah kita maling walaupun sekecil apapun?, jangan ajari anak kita untuk jadi maling dengan menjadikan kita tauladan bukan maling!
Date: 21 Oktober 2004


Name: doowed
Saya: Pegawai Negeri dari Sulawesi-Selatan
E-Mail: doowed@hotmail.com
Type of Input: Moral

Comments:
Moral Bangsa Indonesia terlanjur rusak. Ini membukstikan bahwa rohaniawan tidak berhasil dalam menjalankan tugasnya. Jangan salahkan pihak lain yaaa. Selama ini para kiai, pendeta, dan semacamnya hanya pandai berpidato tentang Tuhan tetapi tak pandai memberi contoh teladan bagaimana sih menjadi manusia yang bermoral. Karena Para Rohaniawan dan Pendidikan Agama disekolah sudah gagal total sebaiknya pendidikan agama di sekolah diganti aja dengan Pendidikan yang mengajarkan Etika bermasyarakat, mungkin cara ini lebih baik. Bangsa kita paling pandai bicara susila dan sosial tetapi prakteknya NOL. Masyarakat Indonesia hanya beragama karena ada tertulis di KTP bukan karena perbuatannya.
Date: 13 Nopember 2003


Name: Aurapurify
Saya: Siswi dari SMU 17 Makassar
E-Mail:
Type of Input: Moral

Comments:
Menurut saya "budaya GENGSI" lah yang sudah membawa bangsa kita ke jurang KORUPSI. Demi status "orang kaya" tidak banyak yang senang korupsi......Ini kenyataan...!!si "virus gengsi" terus menyebar dan menjadi tren...membisikkan ke orang2 "jangan mau jadi orang miskin...jadilah orang kaya...". Saat ada tetangga baru beli mobil baru si "virus gengsi" mulai beraksi...."masa tetangga sebelah bisa punya mobil baru,kita disini juga gak mau kalah,dong!!"jadilah demi "GENGSI" banyak yang menghalal-kan segala cara termasuk "KORUPSI"!!!!(point)!! KENAPA SIH ADA ISTILAH GENGSI!!!ADA YANG TAU GAK GENGSI DALAM BAHASA INGGRIS, BAHASA JEPANG, BELANDA, ARAB, PERANCIS, PORTUGAL.... pokoknya seluruh bahasa di dunia ini???? ADA YANG TAU GAK???!!!!
Date: 22/12/2004


Name: vicio
Saya: Mahasiswa dari medan
E-Mail: vicio_pursit@yahoo.com
Type of Input: Informasi

Comments:
Menurut pendapat saya sebenarnya moral bangsa kita ini sudah tak bertuhan lagi. Soalnya para dosen sekarang ini memiliki Falsafah "Untuk apa mempermudah mahasiswa sedangkan mahasiswa itu sendiri mau di persulit". Bayangkan palsafah ini!gawatkan???
Date: 23 desember 2004


Name: murni lestari
Saya: Mahasiswa dari UNY
E-Mail: untuk_murni@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Korupsi telah menjamur di mana- mana. Ayooooooooo berantas korupsi mulai dari diri kita sendiri, dari hal yang keci dan dari sekarang.

RE: "mulai dari diri kita sendiri"
Ini memang pesan dari koruptor-koruptor sejak 30 tahun lebih yang lalu .....

    "Tenang, sabar, mulai dari diri anda sendiri, dan membiarkan kami yang mencuri semua kekayaan negara, dan rakyat - yang makin lama makin sulit!"

    Artinya - "Jangan menggangu kami yang Koruptor!"

Ini membodohkan saja!
Memang kita harus terus memperbaiki diri, tetapi kalau koruptor tidak dihukum dan pejabat-pejabat tidak dipaksa bertanggungjawab, percuma kita! Tidak mungkin orang-orang sejahat itu, yang hanya peduli mengenai mengisi kantong sendiri, akan "mulai dari diri sendiri"
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Webmaster

Date: 7 januari 2005


Name: Noor ayu chandra juwita
Saya: Mahasiswi dari Unversita muhammadiyah yogyakarta
E-Mail: Noor_ayu2004@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Di Indonesia telah berdiri salah satu lembaga yang mempunyai peran penting dalam penanggulangan tindak pidana korupsi yaitu KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI atau KPK, karena di Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang mempunyai tingkat terparah dalam tindak pidana korupsi. lembaga penanggulangan korupsi ini tergolong merupakan lembaga yang masih terbaru di banding lembaga sebelumnya seperti Kepolisian ataupun Kejaksaan yang di nilai kurang efesien dalam menangani tindak pidana korupsi karena tindak pidana korupsi ini merupakan suatu kasus yang sulit dalam pembuktianya dan tak heran negara kita semakin terpuruk, tetapi kita tidak bisa menangkap para koruptor yang telah mengambil uang rakyat tanpa melihat dampak bagi negara itu sendiri.

oleh karena itu sebagai penerus bangsa generasi muda perlu ditanamkan dari dini tentang apa itu "korupsi" dan apa dampak yang dirasakan oleh negara itu apabila korupsi sudah semakin meningkat nantinya dan agar bangsa ini dapat diselamatkan dan dapat mengurangi tingkat korupsi itu sendiri pada akhirnya, dengan generasi-genarasi muda yang nantinya dengan potensi tidak melakukan korupsi, serta meningkatkan kinerja lembaga-lembaga yang telah di percaya oleh rakyat agar tidak saja sebagai kedok tetapi dapat merubah citra bangsa dari negara "terkorup di dunia".
Date: 14 januari 2004


Name: kisum kusnadi
Saya: Mahasiswa dari STIA BAGASASI Bandung
E-Mail: kisum_kusnadi@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Jangan Harap..
Tujuan Nasional Bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam UUD 45 adalah menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.
Bagaimana masyarakat bisa makmur kalau cari kerja aja SUSAH, Lapangan kerja ga ada, trus yang udah kerja kena PHK, terlagi yang udah kerja gajinya minim, bahkan untuk biaya hidup sehari-hari juga pas-pasan bahkan kurang, eeeeeeeee.. dah gitu BBM naik, Sembako ikut-ikutan naik pula.. Kayanya itu deh yang menyebabkan orang orang korupsi...( Korupsi apa aja )
Coba kalau masalah-masalah diatas dapat diatasi oleh pemerintah kita,,, insya allah semua orang akan menikmati apa yang di dapat tanpa harus melakukan korupsi dan pada akhirnya tujuan nasional bangsa Indonesia akan terwujud,,Bukan begitcu kawan?..

Terima kasih.
RE: "Bagaimana masyarakat bisa makmur kalau cari kerja aja SUSAH"
Bagaimana kalau "Pemerintah Mega Korupsi RP166,5 Triliun", uangnya sudah dipakai untuk membangun industri dan pabrik daripada disembunyikan di bank-bank dan properti? Korupsi sangat merugi masa sekarang dan masa depan kita
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Webmaster

Date: 16 Januari 2005


Name: fauzi
Saya: Masyarakat dari jakarta
E-Mail: andecun@yahoo.com

Comments:
merubah budaya tidak mudah bahkan sangat sulit,contoh untuk mengubah budaya masyarakat di daerah jawa timur khususnya NU untuk tidak memakai tahlilan waktu takziyah, maka saya akan dihadapi oleh mayarakat dengan emosi yang tinggi yang bahkan mungkin akan membunuh saya, begitu juga dengan yang terjadi di Negara kita Indonesia, karena korupsi telah membudaya maka saya akan di benturkan oleh banyak pihak yang akan mengancam saya,untuk itu jangan sekali-kali secara frontal untuk mengubah budaya korupsi di Indonesia bisa-bisa jiwa terancam tetapi lita jangan pesimis, lihat bagaimana sunan gunung jati merubah budaya masyarakt dan berdakwah dengan wayang, oleh karena itu dibutuhkan sebuah terapi untuk mengubah budaya korupsi di Indonesia, asalkan ada kemauan dari pemimpin kita insya Allah... korupsi akan berkurang.

sakit rasanya kita melihat orang yang dengan sengaja mengambil hak orang lain apalagi yang mengambilnya orang yang telah kita beri amanah,tapi itulah Indonesia...
Date: 22 januari 2005


Name: kisum kusnadi
Saya: Mahasiswa dari STIA BAGASASI Bandung
E-Mail: kisum_kusnadi@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Saya tidak yakin KKN dapat dihilangkan, kalau dikurangi mungkin bisa. karena KKN sendiri di Indonesia sudah mengakar dan membudaya. Awalnya saya berpendapat bahwa apabila Pemerintah mampu merealisasikan tujuan nasional bangsa Indonesia (menciptakan masyarakat yang adil dan makmur) seperti tercantum dalam UUD 45 Negara Indonesia akan terbebas dari KKN. Tetapi yang tidak saya mengerti adalah justru yang melakukan KKN (Korupsi) adalah orang-orang yang sudah MAKMUR. (mempunyai Pekerjaan, gaji besar, punya jabatan bahkan mampu berlibur dan membiayai sekolah anaknya ke luar negeri). Dengan demikian bukanlah jaminan bahwa Negara makmur bisa terbebas dari KKN apalagi Indonesia adalah negara berkembang yang sangat rawan dengan KKN.

Masalah KKN adalah masalah MORAL..! Mengapa KKN sulit diberantas? Karena belum ada satu orangpun yang mampu Meng-UP GRADE Moral.

Terima kasih
"Saya tidak yakin KKN dapat dihilangkan" saya setuju, tetapi Indonesia adalah negara yang paling hebat didalam tidakkejujuran di dunia. KKN pasti dapat dikurangkan. Orang yang mencuri uang rakyat memang bukan kemanusiaan lagi, apa lagi, jelas mereka tidak beragama karena mereka tidak peduli mengenai orang lain.
Percaya/tidak percaya, dasarnya memperbaiki moral adalah hukum negara yang benar. Dan SDMnya masalah, bukan sistemnya. Hukum sebagai hal yang paling penting. Siapa yang percaya keadilan hukum di Indonesia?
Selama pencuri ayam dibakar dan koruptor yang mencuri ratusan juta dibebaskan, kita tidak dapat maju.
Anak kita melihat bahwa orang yang korupt dan tidak jujur dihormati, tetapi orang-orang yang kerja keras tetapi jujur tidak punya masa depan. Anak-anak kita akan memilih dan ikut yang mana?
Salam Hormat dan Selamat Berjuang
Webmaster

Date: 27 Januari 2005


Name: hen
Saya: Mahasiswa dari universitas indonesia
E-Mail: tehtubruk@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Komisi pemberantasan korupsi didesak untuk mampu menyentuh dan memberantas mafia peradilan karena menurut internasional commission of jurist, dalam soal mafia peradilan, lembaga peradilan di indonesia menempati posisi nomor tiga sesudah bosnia dan guatemala yang sarat dengan mafia peradilan
Date: 4 mei 2005


Name: arifin
Saya: Pegawai Negeri dari Kebumen
E-Mail: masfindo@hotmail.com
Type of Input: Moral

Comments:
Meskipun dengan perasaan sakit, harus saya katakana bahwa bangsa kita tercinta, BANGSA INDONESIA, adalah BANGSA KORUP, Korupsi dilakukan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, dari rakyat sampai pejabat, Banyak orang yang menyatakan dirinya anti korupsi tetapi begitu punya kesempatan diapun melakukan hal yang sama, Para penguasa sekarang yang nota bene adalah para koruptor adalah mereka yang menyatakan diri kelompok anti korupsi pada saat mereka masih menjadi mahasiswa/aktifis kemasyarakatan yang lain, masyarakat dengan perasaan BANGGA melakukan korupsi

contohnya Dengan perasaan bangga masyarakat berbicara bahwa dia baru nyogok polisi, dengan perasaan bangga masyarakat bicara bahwa dia baru nyogok pejabat agar niatnya tercapai, kita sering melihat kenyataan bahwa apabila maling ayam ketangkap langsung dipukuli tetapi kita tidak pernah melihat ada seorang koruptor yang nyata-nyata dinyatakan bersalah oleh hukum dipukulin oleh masarakat artinya seorang koruptor mendapat tempat terhormat dihati masyarakat, artinya bangsa kita adalah pengagum korupsi bangsa kita adalah bangsa korup.

Pertanyaanan sekarang adalah apakah mental seperti itu terus dipelihara ?

Mental yang menyebabkan bangsa kita dihina bangsa lain

Semua dikembalikan pada diri kita sebagai suatu bangsa
Trims,
Date: 16 maret 2005


Name: R.Azis Nurhamidin
Saya: Masyarakat dari Gorontalo
E-Mail: www.azislbt@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
KORUPSI Suatu adagium dari proses mensosialisasikan diri masyarakat dengan lingkungannya, dimana pelaku korupsi melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan. banyak kasus-kasus koprupsi yang belum terselesaikan oleh pemerintah, tapi pemerintah telah disibukkan oleh persoalan-persoalan Bencana sehingga opini publik terbawa oleh arus informasi tentang terjadinya bencana. KASIHAN REPUBLIKKU, IBU PERTIWI TERDUDUK LESU DIBAWA BAYANG-BAYANG SEMU SEBUAH DEMOKRASI
Date: 8 April 2005


Name: Kisum Kusnadi
Saya: Masyarakat dari Karanggayam ( Kebumen ) di Bandung
E-Mail: kisum_kusnadi@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Negara Indonesia tidak akan bakalan maju seperti Negara-negara lain di dunia bahkan di kawasan Asia Tenggara sekalipun. Masyarakat Indonesia cenderung tidak menyukai yang namanya DISIPLIN. Hukum di Indonesia belum sepenuhnya ditegakkan sebagaimana fungsinya, hukum di Indonesia cenderung hanya untuk diperjualbelikan, padahal Hukum adalah satu-satunya alat yang mempunyai kekuatan paling dahyat dan kuat. Karena sifatnya yang memaksa.
Date: 13 April 2005


Name: erik
Saya: Mahasiswa dari sTmik
E-Mail: oke_poltak@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Orang korupsi itu memang akibat dari keterpurukan moral dan Ahlak setiap pribadi dan itu di sebabkan kebodohan yang terus berkepanjangan walaupun di berantas tapi tetep aja akan semakin berakar karena bukan hanya orang yang hitungannya 1 atau 2,3 tetapi hampir seluruhnya dan itu sudah menjadi suatu hal yang di anggap lumrah di kalangan lingkungan suatu kelompok atau pekerjaan sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya.
Date: 13/04/2005


Name: Machrus Ali
Saya: Pengamat dari Risearch Center For Lokal Goverment (RCLG)
E-Mail: Gus-Ali@plasa.com
Type of Input: Moral

Comments:
Pendidikan adalah tolak ukur berhasilnya suatu Negara dalam segala sektor, akan tetapi harus diperhatikan bahwa nilai IQ atau kecerdasan jika tidak di imbangi dengan kemampuan ESQ Emotion, Spritual Quition akan berdampak pada mudahnya terjadi penyimpangan moral dan permainan kepentingan individu. suatu harapan bagi pendidikan di Indonesia kedepan tidak hanya mencetak kemampuan kecerdasan otak saja akan tetapi juga bisa mencetak nilai-nilai moral agar tidak terjadi penyimpangan.
Date: 14 April 2005


Name: cunie syahwa
Saya: Masyarakat dari jakarta
E-Mail: cuniesyahwa@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Prihatin memang melihat bangsa ini yang tidak akan pernah maju bila koruptor selalu dilindungi, coba kita lihat daerah MUBA SUMSEL kemarin rakyatnya sudah teriak2 minta segera diselesaikan masalah korupsi oleh bupatinya namun tak ada yang bergerak. malahan ada pelapor yang justru dikenakan hukuman karena melaporkan korupsi padahal harusnya pelapor kan dilindungi. kan ada undang2nya!

Demo2 dilakukan agar aparat atau pejabat negeri ini terbuka matanya, namun belum ada yang berani bertindak. soal bukti? mereka semua punya bukti! Korupsi adalah masalah nasional! masalah bangsa ini! walaupun kita bukan orang MUBA tapi MUBA ada dalam negara ini!berarti masalah kita semua untuk ikut bagian.
Date: 18 April 2005


Name: Supriyadi.ST
Saya: Pegawai Negeri dari Semua Instansi
E-Mail: yadi_khi@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Hampir semua Media Baik TV, maupun Koran, majalah, Meneriakan bahwasanya semua Koruptor, yang ada di Pemerintahan kita RI, seharusnya dihukum mati saja. Tidak terkecuali, baik di Swasta, Pegawai Negeri, maupun Sekolah-sekolah. Yang hampir tak luput dari celah-celah koruptor yang mengatas namakan si Anulah, itu hany kedok-buat meyakinkan rakyat

kecil yang tidak tahu-menahu, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Sekwildanya, sampai kepada Lurah sekalipun kalau dia terbukti Korupsi sebaiknya dihukum
mati saja, atau dipenggal kepalanya ditengah-tengah masyarakat ramai.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Date: 23/4/2004


Name: Ceppy Rudi Budhiman
Saya: Mahasiswa dari Fakultas HukumUniversitas LangLangBuana Bandung
E-Mail: ceppyrudibudhiman@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
korupsi dinegara indonesia memang menjadi permasalahan yang sangat "mendasar". negara indonesia berada pada peringkat ke 3 negara yang paling banyak korupsi, prihatin. ini dikarenakan negara kita negara yang sedang berkembang dimana sangat membutuhkan pembangunan di berbagai sektor maka dari itu dibutuhkan para investor untuk menanamkan modalnya bagi invrastruktur pembangunan. modal yang ditanamkan untuk invrastruktur ini malah dijadikan ajang korupsi bagi para oknum yang tanpa memikirkan akibat dari korupsi tersebut. disini jelas sekali faktor moral yang ada pada pelaku korupsi adalah nafsu untuk memperkaya diri sendiri. para oknum ini adalah setan-setan yang menghantui negara. maka hukum harus benar-benar dijalankan. saya setuju sekali dengan pemerintahan cina yang menghukum para koruptor dengan hukuman mati. seharusnya pemerintah harus tegas terhadap para koruptor, bila perlu dihukum mati supaya para koruptor sadar dan kapok. dari sini maka akan timbul moral para pejabat yang jujur........
Date: 24 April 2005


Name:
Saya: Masyarakat dari Kalimantan Timur
E-Mail:
Type of Input: Moral

Comments:
Saya mengharapkan seluruh APBD Kabupaten/Kota/Propinsi maupun APBN Pusat agar menyisihkan anggaran khusus 50 persen untuk pendidikan moral dan akhlak serta etika berbangsa dan bernegara bagi anggota DPR(D)dan MPR serta seluruh pejabat eksekutif sampai ke level kelurahan.

Tujuannya agar mereka tahu, paham, mengerti dang takut untuk tidak makan uang rakyat alias korupsi. Insya Allah 30 tahun kedepan bangsa kita akan bebas dari penyakit dan virus korup dan lambat laun bibit/bayi korptor akan menghilang dengan sendirinya yang disertai dengan nama Allah.
Date: 13 Mei 2005


Name: keke
Saya: Mahasiswa dari uksw
E-Mail: keke_dima@yahoo.com.id
Type of Input: Moral

Comments:
korupsi bagaikan suatu makanan lezat bagi setiap koruptor. padahal itu bagaikan sampah yang sebenarnya tidak boleh dimakan oleh siapapun, kecuali hewan rakus (anjing jalanan,liar). Dinegara kita sekarang ini,obat manapun belum mampu menyembuhkan penyakit gila ini, penyakit yang telah merusak moral bangsa indonesia dimata dunia. sungguh sangat memalukan, karena tingkat korupsi diIndonesia menduduki tingkat tertinggi didunia. Apakah para koruptor tidak mempunyai rasa malu? sungguh kasian sekali nasib mereka karena mereka sangat miskin, miskin segala-galanya. Saran saya, bagi para teman muda janganlah hal ini sampai terjadi pada diri kita. Kita harus menjadi generasi yang bersih, sehat dalam segala hal. kita harus menunjukkan moral bangsa kita yang sebenarnya kedunia, sebagai bangsa yang bermoral dan beradab.
Date: 19 mei 2005


Name: abdul malik
Saya: Guru dari SMK
E-Mail: abdul_malik788@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
bagi guru korupsinya apa sih? paling korupsi waktu, itu juga untuk cari inkam buat nambah jajan anak, atau biayain anak supaya dapat sekolahin anak.
Date: 31 Mei 2005


Nama: enik
Dari: surabaya
Saya: Mohon Pilih
Aspirasi / Informasi: pendidikan di universitas berlabelkan agama islam sekarang telah kehilangan akhlaknya, banyak sekali kita temukan mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi Islam tetapi tidak mencerminkan mahasiswa yang Islami, kendala apa yang menjadikan mahasiswa seperti itu, apakah sistem pendidikan yang salah ataukah zaman yang telah berubah sehingga menjadikan moral anak bangsa rusak??? barang siapa saja yang bisa menjawab mohon kirim email ke alamat saya, trimakasih
E-mail Pengirim: gilayes@yahoo.com

Terima kasih Enik Yth,
Siapa bilang bahwa "moral anak bangsa rusak???"
Mungkin mereka hanya berbeda saja!

Kalau kita melihat moral generasi yang "dewasa", mereka sudah membentukkan negara yang termasuk yang paling berkorupsi di dunia, dengan ekonomi yang bankrut. Anak kita belum tentu dapat bekerja kalau tidak punya duit untuk masuk pekerjaan atau punya koneksi. Bagaimana mereka dapat menghormati orangtuanya yang kebanyakan masih mau melayani dan menghormati koruptor, daripada memberantas korupsi dan membuat contoh untuk anak kita yang lebih baik. Saya kira bahwa yang sudah dewasa adalah lebih rusak, dan bertanggungjawab untuk keadaan negara dan anak kita.

Anak kita belum berdosa, dibanding dengan generasi orangtuanya. Ayo, bebaskan negara kita dari KKN dan memberi anak kita kesempatan untuk berkembang di negara yang lebih jujur, tertib dan aman. Anak-anak kita memang belajar moral dari lingkungannya, bukan dari sekolah. Kalau mereka terus melihat bahwa orang yang jujur tidak punya masa depan, tetapi yang berkorupsi dan tidak jujur terus menang di negara kita, bagaimana kita dapat berharap mereka "bermoral".

Kami wajib untuk berharap anak-anak kita berbeda dengan generasi sebelumnya, kita sudah menyaksikan hasilnya dari generasi sebelumnya! Mencoba mengerti mereka kalau mereka tidak ingin seperti kita, daripada menyalahkan saja. Memang negara kita harus merubah!

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R. (Webmaster)

Tanggal: 01-06-2005


Name: mabypie
Saya: Mahasiswa dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
E-Mail: atou02@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Kami sudah bosan dengan aksi. Tidak ada kata-kata lagi yang dapat kami sampaikan. Hutan kami habis, orang tua kami meninggal, adik-adik kami tidak bersokolah masyrakat menderita. Tolong dan tolong nonaktifkan para koruptor kelas kakap yang menciptakan ORDE BARU di Papua. Mereka adalah: ........

Kini kami sudah cape dengan aksi dan teriakan. Kami hanya dapat memohon kepada DEPDAGRI, KPK, KEJAKSAAN AGUNG DAN KEPOLISIAN NEGARA tolong periksa mereka.

Tapi kalau memang di negeri ini ada HUKUM UNTUK MELINGDUNGI RAKYAT tapi KALAU MEMANG HUKUM ITU UNTUK PARA KORUPTOR YA UDAH......
Date: 28 JUNI 2005


Name: Bayu
Saya: Mahasiswa dari Purwokerto Jateng
E-Mail: bratasena@kammi.or.id
Type of Input: Moral

Comments:
Korupsi adalah musuh bebuyutan greakan reformasi! Koruspi di Indonesia memang sudang mendarah daging dan mengakar hampir di semua aktivitas. Mulai areal parkir sampai gedung wakil rakyat. Ada apa ini? seperti sudah menjadi hal yang lumrah. Korupsi di Indonesia menag sudah membudaya, menjadi kebiasaan yang sangat sulit di ubah namun bukan berarti tidak bisa diubah. Saya sangat yakin virus mematikan itu bisa di-delete. saya yakin hanya saja butuh proses. Sekali lagi, PROSES (baca:waktu).

Korupsi ini sudah jadi budaya lebih dari 32 tahun dan semakin merajalela dan makin kentara saat era reformasi dan otda bergulir. Korupsi di negeri ini sudah sistemik untuk mengubahnya juga harus sistemikm pula, komprehensif, semua level. Ada kebingungan antara mengubah orang nya atau sistemnya dulu. Kalo saya, orangnya dulu. Perekrutan di badan/institusi/lembaga pemerintahan haruslah teliti dan mengedepankan moral (baca:iman) Fit and proper test juga boleh. Dililih dan dipilah yang benar-benar jujur dan kapebel. Pemberantasan korupsi yang sudah akut ini jelas butuh waktu lama dan komitmen yang ajeg/konsisten dari generasi ke generasi, dari pemerintahan ke pemerintahan. Percayalah usaha kita tidak kan sia-sia!step by step we'll stop corruption!
Date: 8 Juli 2005


Name: HERNO
Saya: Mahasiswa dari UGM
E-Mail: NOHER_BELAGAK@YAHOO.COM
Type of Input: Moral

Comments:
BIAYA KULIAH SEKARANG SEMAKIN MAHAL INI MEMBUKTIKAN SISTEM PENDIDIKAN KITA MASIH TENGIK DAN KACAU. MANA BUKTINYA PENDIDIKAN DIWAJIBKAN UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA . SEKARANG INI PAHAM KAPITALISME TELAH MERAJA LELA DI SELURUH PERGURUAN TINGGI. AYO PARA WAKIL RAKYAT JANGAN CUMA MAU DAPAT GAJI SAJA KALIAN DISANA KERJA BUKAN NGOMONG BERDEBAT YANG GAK ADA GUNANYA MENYENTUH ASPIRASI PARA PENERUS BANGSA MAU JADI APA BANGSA INI KALAU ORANGNYA TIKUS SEMUA. MANA BUKTI PERWUJUDAN CITA CITA NKRI DI PEMBUKAAN UUD 1945 BANGSAT SEMUA
Date: 27-8-2005


Name: zaelani
Saya: Mahasiswa dari lampung
E-Mail: zela_80@plasa.com
Type of Input: Moral

Comments:
perang melawan korupsi, itu kata presiden dalam setiap pidatonya, namun ada yang lucu, ibarat menara gading, cuma KPU yang audit padahal lpj wajib hukumnya, dan trasnparan itu caranya kenapa BLBI dilupakan padahal angka yang dikorup bukan main 3 kali RAPBN aman kalau itu diambil dan dimasukkan dalam kas penerimaan negara bagi yang terbukti, pengembalian dan denda itu baru adil, semoga masih ada perubahan dinegeri ini
Date: 1 september 2005


Name: kareyo
Saya: Masyarakat dari Jakarta
E-Mail: kare_yo@yahoo.com
Type of Input: Informasi

Comments:
Dalam kehidupan kita sehari-hari jelas sekali terlihat korupsi menghancurkan sendi2 Moral, Pendidikan, Ekonomi, Ketertiban, Keadilan.
Penghancuran moral, a.l. :
1. Menimbulkan budaya malas bekerja
2. Premanisme
3. Pungli oleh oknum aparat

Penghancuran sistim pendidikan, a.l. :
1. Gedung sekolah RSS (Rusak Sebelum Selesai)
2. Potongan gaji guru

Penghancuran sistim daya saing ekonomi, a.l. :
1. Ekonomi biaya tinggi
2. Listrik & Air yang tidak mencukupi & mahal
3. Perizinan & Hak Patent
4. Prasarana jalan & macet
5. Defisit anggaran

Penghancuran ketertiban bermasyarakat, a.l. :
1. Pedagang liar kaki lima.
2. Pungli oknum aparat setempat terhadap pedagang liar kaki lima.
3. Bus kota, Metromini, angkot berhenti seenaknya.
4. Pungli dijalan dengan dalih melanggar lalu lintas.

Penghancuran sistim peradilan, a.l. :
1. Mafia pengadilan
2. Tidak adanya kepastian hukum

Untuk dapat bangkit kembali faktor utama yang harus dibenahi adalah :
1. Korupsi yang menghancurkan moral
2. Korupsi yang menghancurkan sistim pendidikan
3. Korupsi yang menghancurkan sistim daya saing ekonomi
4. Korupsi yang menghancurkan sistim ketertiban bermasyarakat
5. Korupsi yang menghancurkan sistim peradilan

Apakah mudah membenahi Korupsi yang telah menjadi lingkaran setan ini ?
Jelas tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Saya kira dengan tekad Pemerintah dan DPR suatu saat korupsi pasti akan teratasi.
Date: 04 September 2005


Name: Kareyo
Saya: Masyarakat dari Jakarta
E-Mail: kare_yo@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Koruptor adalah orang yang mementingkan kesenangan dirinya sendiri tanpa memikirkan moral anak, cucu, apalagi generasi bangsa mendatang.

Anak & Cucu yang hidup dari hasil korupsi orang tua / kakeknya tidak mungkin dihargai lingkungannya.

Biasanya mereka hanya dekat dengan lingkungan yang ingin mendapatkan kesenangan darinya.

Oknum Pegawai Negeri yang korupsi pasti menghancurkan moral keturunan yang menjadi tanggung jawabnya dihadapan Tuhan Yang Maha Esa
Date: 5 september 2005


Name: saparuli
Saya: Mahasiswa dari unpad
E-Mail: saparuli_id@yahoo.com
Type of Input:
Comments:
saya setuju dengan pernyataan diatas.....!!! korupsi untuk bangsa ini sekarang adalah masalah moral, bukan hanya sekedar masalah uang yang hilang dan lalu si pelaku ditangkap. yang sekarang kita pertanyakan adalah implikasinya? coba anda bayangkan jika semua rakyat kita memiliki moral yang seperti itu? wow...? bagi saya tak terbayangkan!!!

jadi untuk saat ini kita perbaiki moral kita dulu, setelah itu baru kita mulai ke tahap berikutnya seperti perbaikan ekonomi, hukum dll. dan sedikit pesan mungkin dari saya, marilah kita perbaiki bangsa ini melalui diri kita dahulu, jika setiap orang indonesia memiliki rasa seperti itu saya rasa perlahan negara kita akan lebih baik..amin
Date: 24 september 2005


Name: Alexander Firdaust
Saya: Mahasiswa dari USU
E-Mail: alexander@tanahkaro.com
Type of Input: Moral

Comments:
Kepada PNS yang saya hormati, saya sebagai mahasiswa yang sangat perihatin dengan merebaknya kasus-kasus korupsi di negara kita Indonesia tercinta ini, memohon dengan kerendahan hati agar bapak/ibu yang menjadi PNS di Indonesia saat ini agar sudi kiranya untuk tidak lagi menggelapkan uang Negara yang bukan milik anda. Mengapa saya begitu memohon kepada anda sekalian karena kita semua sadari bahwa ekonomi negara kita saat ini begitu terpuruk akibat perbuatan korupsi oleh pejabat-pejabat negeri ini.

Mudah-Mudahan Anda Para PNS tidak berbuat korupsi lagi, dan semoga dengan pertobatan kita dari pada perbuatan korupsi ini, maka Indonesia kedepannya lebih maju dan tercapainya cita-cita nasional yaitu adil dan makmur.

Atas perhatian para PNS semuanya saya ucapkan banyak terima-kasih.
Date: 10/11/2005


Name: m.iksan maolana
Saya: Mahasiswa dari FH Univ.Brawiajaya Malang
E-Mail: aw3some_is_me@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Can u feel the taste of being coruptor? it's so nice and well done so....ngapain juga kita ngomongin korupsi kalo belum pernah merasakan korupsi? itulah bangsa Indonesia yang lama-lama terkesan Naif dan munafik. Ngga selamanya manusia itu "lurus" dan ngga selamanya "lurus" itu manusia. Bagaimana dengan para koruptor? Apa yang membuat korupsi di Indonesia bisa terjadi dan dalam skala yang sangat besar? berpikir dan berjiwa besar itulah yang harus diutamakan.

Korupsi adalah kejahatan, dan seperti kata Bang Napi di tv, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelaku tetapi juga karena ada kesempatan. Kesempatan muncul ketika tidak ada yang mengawasi. Tidak adanya pengawasan disebabkan tidak adanya pengetahuan tentang akan adanya peluang korupsi. Salah siapa koruptor baru ketahuan jika sudah lama melakukan korupsi? ya semuanya salah karena tidak adanya pengawasan. Manusia memiliki motif hidup salah satunya untuk menjadi menguasai orang lain, Homo Homini Lupus tidak bisa terlepas dalam kehidupan manusia karena itu bersifat kodrati. Banyak sekali korupsi terjadi di Indonesia, yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mengatasinya? tidak perlu jauh2 periksa diri anda sendiri apakah anda sudah terbebas dari perbuatan korupsi?

cari sumber korupsinya bukan cari koruptornya. Tidak ada korupsi kalo tidak ada sumbernya. Korupsi yang sudah terjadi tindak habis pelakunya bahkan kalo perlu dihukum mati untuk batasan korupsi tertentu. Untuk ke depannya, perlu ada transparansi kepada publik terhadap segala jenis bidang yang rentan terhadap terjadinya korupsi. Ingat Demokrasi adalah dari, oleh dan untuk rakyat tidak ada lagi namanya batasan antara publik dan pemerintah. Jika pemerintah masih memberikan "sekat" berarti perlu dipertanyakan lagi terntang ke-eksisan Negara demokrasi Indonesia, jangan2 Demokrasi hanya sebuah "titipan" dari barat sana. Dijamin dengan dilaksanakan Demokrasi seutuhnya, korupsi sedikit demi seidikit akan terkikis habis di bumi Indonesia.
Date: 19 November 2005


Name: mohamad rudi s
Saya: Mahasiswa dari UNEJ
E-Mail: samwan_007@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
KORUPSI MEMANG MARAK DI NEGERI INI, BAGAI JAMUR DIMUSIM HUJAN, PEJABAT KALO GAK KORUPSI RASANYA TIDAK AFDOL, ITU WAJAH INDONESIA DI MASA SEKARANG,

korupsi memang sulit diberantas karena para pejabat kita sudah biasa dengan korupsi, hal-hal yang bisa ditempuh untuk memperkecil korupsi adalah dengan:

1. perbaiki uu KPK karena banyak pasal yang menurut saya bisa digunakan sebagai celah untuk korupsi yaitu dengan adanya gratifikasi, sebaiknya itu dibuang saja karena kalau tidak maka yang terjadi adalah melegalkan adanya suap

2. proses penegakan hukum dari para penegak hukum karena banyak para penyelidik yang menerima suap

3. proses penuntutan sudah baik ditangani oleh KPK tapi setelah itu diajukan ke PN dimana korupsi itu terjadi, ini yang konyol karena menrut saya setelah KPK mengadakan penyelidikan dan penuntutan tetapi setelah itu hakim PN bebas menentukan hukumannya, para pejabat setingkat bupati setara dengan hakim yang mengadilinya atau lebih rendah dr bupati yang diadili.
Date: 17 Desember 2005


Name: FLASH
Saya: Masyarakat dari JAKARTA
E-Mail:
Type of Input: Moral

Comments:
ORANG-ORANG YG KORUPSI ITU BERMORAL BEJAT
Date: 29/12/2005


Name: bedul Alkindy
Saya: Masyarakat dari Jawa
E-Mail: rienmariana@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
saya korban birokrasi yang korup saat saya jujur malah tersungkur disingkirin tapi yang ngawur jadi makmur, gilanya yang ngatur mana mau peduli nasib kami gini enaknya rame-rame kita ......... nanti kita ganti dengan monyet dia lebih jujur
Date: 04/01/2006


Name: Budiono Mutirah W.
Saya: Masyarakat dari Bandung
E-Mail: diono@bdg.centrin.net.id
Type of Input: Moral

Comments:
Saya teringat bahwa pada saat hampir bersamaan (tahun 80-an), Bandung dan Yogyakarta membangun Jalan Lingkar Luar ("By Pass"). Bandung membangun satu yakni di selatan, Yogya membangun 2 yakni di utara dan selatan. Saat ini dapat disaksikan kedua jalan di Yogya sudah "sempurna" terdiri atas 4 jalur. Di Bandung, yang satu itu baru setengahnya yang sukses menjadi 4 jalur.

Sehubungan dengan permasalahan pembangunan seperti itu, serta untuk tujuan mewujudkan "good gavernance", saya mengusulkan kepada forum ini untuk membangun wahana perbandingan pembangunan antar seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Pada intinya wahana ini memperbandingkan kinerja dan efisiensi, selanjutnya saya menganjurkan meminta masukan ekonom dan teknokrat untuk menentukan unsur-unsur dan cara membandingkannya.

Wahana ini bisa dipublikasi sebagaimana tabloid mingguan atau bulanan. Dengan wahana ini, masyarakat dan pemerintahan dapat saling tahu dan mawas diri. Lebih dari itu, dapat menjadi bahan masukan untuk Tim Tastipikor atau KPK.
Demikian saran ini,
Terima kasih atas perhatiannya.
hormat saya,
Budiono Mutirah W.
di Bandung.
Date: 17-01-2006


Name: aley
Saya: Masyarakat dari
E-Mail: boy_nomo@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
setiap permasalah yang dihadapi bangsa ini adalah angungjawab kita semua namun ketika kita tau yang terjadi apa yang bisa kita buat hanya bisa menyalahkan setiap individu manusia yang bernaung diatas kita contohnya presiden yang dijadikan kambing hitam atas keterlambatan penanggana tindak alnjut bencana oleha kerena itu saya sebagai warga negara yang tidak memihak pada salah satu yang dirugikan dan yang menrugikan supaya kita merasa bahwa bagaimana pun bangsa ini tidak butuh cacian, dan kritikan atau pun saran tetapi bangsa ini butuh masyarakat yang menpunyai tanggung jawab atau nasional yang tinggi dan rasa memiliki yang tinggi juga karena sekaya-kaya negara ini dari sumberalamnya kalau masyarakatnya tidak menpunyai sifat memiliki maka akan hancu juga itu merupakn saran dari kami saya lihat dari wajah anak bangsa kita yang kurang memiliki negeri ini coba kita berfikir dari hati nurani anda apa yang dapat anda berikan untk bangsa ini dan jangan anda berfikir apa yang anda dapat dari bangsa ini.
Date: 23/1/2006


Name: freskadika
Saya: Mahasiswi dari UNPAD
E-Mail: fres_ka_bintangbiru@yahoo.co.id
Type of Input: Moral

Comments:
Saya sebenarnya mendukung sistem pemerintahan sekarang untuk memberantas korupsi karena korupsi sudah memebuat moral indonesia makin tepuruk tidak hanya dikalangan pejabat pemerintah saja korupsi berlangsung tapi di kalangan orang biasa pun sudah banyak yang melakukan korupsi, itu berarti sudah yang namanya keterpurukan moral bangsa, tapi saya ingin kalau para koruptor tertangkap humkumlah mereka seberat-beratnya karena hukum pada saat ini sudah dapat diperjual belikan untuk menutupi kebohongan para pejabat.Sekian terima kasih
Date: 3 februari 2006


Name: Ariel
Saya: Mahasiswa dari Medan
E-Mail: Chairil.hd@gmail.com
Type of Input: Moral

Comments:
Pendidikan Moral Kalah dan pendidikan korupsi menang
Bangsa yang kenal moral tentu kenal korupsi, bangsa yang tak kenal moral makalah ia adalah bangsa yang bercita-cita jadi koruptor.

Berikut percakapan antara Senior dengan adik Kelasnya Di salah satu SMU di Medan.
Senior : "Dek" Kamu ntar masuk setelah tamat Kuliah atau tidak?
Adik Kelas: klo ada rezeki kuliah, bang?
Senior : ooo, mau ambil jurusan apa?
Adik kelas : Belum tau bang, soalnya aq juga belum tau apa2 aja yang ada di bangku kuliah?
Senior: ini dek, abang tadi coba daftar di STAND dan di situ juga ada jurusan perpajakan. kuliahnya enak setelah terdaftar jadi mahasiswa sudah ditanggung semua ama pemerintah.
Adik kelas: kenapa bisa begitu bang?
Senior: yang masuk di situkan orang2 pilihan? kalau pintar dan punya prestasi banyak bisa masuk di situ?
Adik kelas: Tapi, maaf ya bang, abangkan sering bolos sekolah dan aq kagak pernah dengan nama abang masuk sepuluh besar kelas, apa abng bisa?
Senior: (dengan tak punya malu dan merasa hebat) ya bisa lah, aq kan punya Om disana jadi aq cukup bayar uang, kemudian kelar dech, adik mau aq uruskan? (sambil promosi)
Adik kelas: yah abang, emang apa sich hebatnya masuk STAND?
Senior: belum tau kau ya, itu "lahan basah", kau ntar duduk di kantor aja banyak di datangi orang, yang mau ngurus ini, ngurus itu, jadi disitu uang masuknya.
Adik Kelas: ooo, abang bercita-cita jadi koruptor ya!!
Senior : yah kau ini, kalau tak gitu mana kaya-kaya kita.
Adik kelas: ya udah dech bang..selamat jadi bapak koruptor ya (sambil menyodorkan tangan untuk berjabat tangan)
Senior : (sambil pergi)biarkan aja yang penting aq banyak uang nanti.
Adik Kelas : dasar didikan koruptor..heheh
itulah pembicaraan yang kini masih sering di jumpai pada tingkat SMU, ini saya juga adalah kisah nyata saya.
Date: 03 February 2006


Name: Antonio
Saya: Masyarakat dari jogjakarta
E-Mail: unness_umk@plasa.com
Type of Input: Moral

Comments:
korupsi memang harus diberantas, tetapi akankah juga orang yang tidak melakukannya bisa menjadi korban dari KKN? terkadang pelaku korupsi berlaku "maling teriak maling". Nah dari sini mustinya pihak kejaksaan maupun kepolosian selaku penegak hukum harus dapat memerangi pelaku korupsi dari jajarannya yang paling rendah hingga paling tingi pula. walaupun sekecil apapun tindak korupsi yang dilakan.
Date: 14 feb 2006


Name: anti_kkn
Saya: Masyarakat dari Indonesia
E-Mail: fr4ns_m4rboen@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
Moral pejabat kita sudah tidak murni lagi dalam membangun kehidupan masyarakat, memang penyakit KKN itu sulit dituntaskan !!!

Masyarakat hanya jadi penonton yang setia melihat kerakusan pejabat mengambil kesejahteraan masyarakat!!!!

Wahai pejabat "KORUPTOR" insyaflah sekarang !!!! Kualat entar di akherat

Penyakit? Mohon membaca Saran SDM 14-02-2006 (klik di sini).
Webmaster

Date: 15-02-2006


Name: mas no
Saya: Pegawai Negeri dari kabmadiun
E-Mail: suryomail@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
saya mohon yang peduli anti korupsi, terkait jeleknya mutu pelayanan dan kelembagaan di depag kab .... dan depag secara umum. karena disana banyak orang mengerti agama tapi banyak yang menyimpang dari agama. korupsi banyak dilakuka......
banyak tenaga yang tidak layak bekerja didepag masih dikaryakan..
mohon kelembagaannya diatur agar efisien...
Date: 8-3-2007


Name: angga
Saya: Mahasiswa dari universitas brawijaya
E-Mail: my_sweetie_butterfly@yahoo.com
Type of Input: Moral

Comments:
masalah moral dan agama adalah yang utama. jika aparat pemerintah agama kuat maka moral juga baik. ingatlah para koruptor, engkau akan mati dan hartamu tak akan kau bawa. sedangkan ahli warismu tertawa dan hura2 menikmati hartamu sedangkan engkau terbujur kaku di kuburmu, tubuhmu hancur oleh tanah dan belatung. sedangkan anakmu asyik berpesta menghabiskan hartamu.

ingatlah bahwa kematian itu lebih dekat dari syarafmu, lebih dekat dari urat nadimu. ingatlah bahwa hidupmu hanyalah beberapa tahun saja hingga uban tumbuh itulah tanda engkau akan binasa. apa kau kira dengan hartamu engkau bisa lari dari maut??? ingatlah bahwa maut selalu mengintaimu disetiap waktumu. ingat itu!!!!
Date: 11 maret 2007


Name: Novi
Saya: Siswi dari SMAN terkenal di kalimantan
E-Mail: hikaru_kucingnarsis@yahoo.co.id
Type of Input: Moral

Comments:
say hanya anak yg pergi ke situs ini karena tugas kliping oleh guru PKN saya, jika tidak begitu mungkin saya tak akan pernah membuka situs ini, saya ingin menyampaikan bahwa di kabupaten saya yg merupakan terkaya pun terdapat orang2 yg korupsi di dalamnya.
Date: 25/03/2007


Mengunjungi:
Aspirasi Pendidikan Kita
Kunjungi Korupsi Org
Pendidikan Network Indonesia
Pendidikan Network

Untuk yang Peduli Pendidikan

HOME