HOMECorruption and MoralsCorruption and EducationCorruption and HRDCorruption InfoOur CommentsCorruption ForumEducation Network

Here you can Speak-Out about Corruption Issues,   Communicate with Friends and Colleagues in Indonesia who are also Against Corruption,   You can Write Your Aspirations for the future of Indonesian Citizens,   &     Submit News about Anti-Corruption Activities.
The voice of those who care about Indonesia
Musuh Kita di Dalam Negeri
"Corruption Virus We Must Find A cure"



Recently in 'Antara News' we could read that corruption is a virus,
"Korupsi Virus yang Harus Ditemukan Obatnya"
(Corruption Virus We Must Find A cure) (Presiden SBY - 22-11-2007)

As long as we only look for new names (Virus) or excuses, how can we ever get on top of corruption? Corruption is theft and thieves need to be dealt with as thieves and dismissed immediately!. Tens of millions of our citizens have suffered and are suffering as a result of these corrupt individuals or 'State Hired Thieves' (SHT), they don't deserve mercy and we shouldn't be looking for excuses! If we need new names then they must be more accurate, For example:
Corruption: Theft, Corrupt Staff: State Hired Thieves
Photo: TempoInteraktif

  • One of our Education Network members wrote if you have a "virus" one solution is "format hard drive" - erase everything and install again from zero!

  • Another member wrote "Virus the cause of illness till now there is no cure. A Virus sits quietly within the cells, hence if we want to kill the virus we need to kill the cells (commit suicide)."

We Are Very Lucky Because Corruption Is Not A Virus! - And There Is A Cure!

Great News: There Is A New Cure From Iraq and China:

"Iraq Sacks 62,000 Public Servants For Corruption"

"881,000 Officials In China To Be Prosecuted"

Why Can't Indonesia Follow These Examples?

Corruption is simply theft #, and we can handle thieves, can't we?.

Kalau pegawai di perusahaan anda mencuri uang anda (uang perusahaan) atau melaksanakan kegiatan-kegiatan yang hanya menguntungkan mereka sendiri (atau pihak lain tertentu), apakah anda akan bilang, "kasihan deh lu", kita harus mencari obat? Atau langsung memanggil polisi, dan orang itu langsung di keluarkan?

Obatnya Korupsi: Mulai serius! Tidak usah main-main dengan namanya. Melaksanakan audit-audit dengan tegas. Kwitansi-kwitansi untuk barang jangan dipercaya (diperiksa), biaya dan jumlah tenaga yang ikut kegiatan-kegiatan pendidikan juga jangan dipercaya (diperiksa), juga panjangnya kegiatan-kegiatan mencari bukti, memeriksa semua alasan-alasan untuk membagi honor-honor (masuk akal?). Jadi auditor harus sering ke lapangan dan berwawancara dengan pengguna, suplier dan tenaga secara langsung (dan memeriksa buku-buku mereka). Mengundang laporan dari masyarakat kepada pihak lain (bukan pejabat pemerintah) yang masyarakat dapat percaya.

Obatnya Koruptor: Langsung diHukum dan diGanti dengan SDM yang Jujur.

Koruptor selain maling, penipu dan pembohong, jelas tidak peduli orang lain, tidak peduli tugasnya atau negaranya (seperti penghianat) dan berarti mereka juga tidak menghormati Tuhan. Bagaimana mungkin mereka dapat diperbaiki? Mereka lebih berbahaya daripada maling biasa, dan maling biasa langsung masuk penjara kan?

Mengapa kita perlu bantuan dari negara lain? Bagaimana negara lain dapat membantu kalau kita tidak mulai membantu dirinya sendiri?

Kita dapat mulai dari sini ....., yang penting adalah kita mulai!

Pegawai Negeri harus sebagai contoh kepedulian dan layanan
masyarakat yang sangat bermutu karena mereka sebagai

'Model Moral Bangsa'

vi.rus n 1 mikroorganisme yg tidak dapat dilihat dng menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dng menggunakan mikroskop elektron; penyebab dan pengular penyakit, spt cacar, influenza, dan rabies; 2 program ilegal yg dimasukkan ke dl sistem komputer melalui jaringan atau disket sehingga menyebar dan dapat merusak program yg ada

ma.ling n orang yg mengambil milik orang lain secara sembunyi-sembunyi; pencuri (terutama yg mencuri pd malam hari): -- itu yang masuk ke dl rumah melalui jendela;

Ref: Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka

Korupsi Bukan Virus - Perilaku Maling!

Dan Koruptor (Maling Negeri Sipil) adalah maling yang mencuri uang rakyat lewat "jendela" yang terbuka karena manajemen negara adalah lemah.


Suara Pegawai Negeri
Suara Pegawai Negeri

Yth. Bapak Presiden Negara Mimpi,
Di halaman kebijakan kami sudah membuat garis besar mengenai strategi-strategi yang kami akan melaksanakan (masih kasar) kalau kami menjadi MenDikNas (di Negara Mimpi). Kami sangat sadar bahwa tantangan-tantangannya adalah banyak sekali. Masalahnya adalah Korupsi dan kolusi sudah menjadi kebudayaan dan selama SDM tertentu belum diganti kita tidak dapat berhasil mengatasi korupsi. SDM begini (tanpa korupsi) juga tidak menguntungkan pengembangan pendidikan karena mereka tidak mempunyai perasahan bertanggungjawab atas melayani masyarakat. Tidak ada pilihan lain kecuali mengganti SDM tertentu. Kalau tidak dapat mengganti, mempromosikan mereka ke kementerian yang lain boleh (strategi yang kadang-kadang digunakan di luar negeri kalau SDMnya tidak cocok), asal mereka tidak berhubungan dengan pendidikan lagi.

Kami percaya bahwa kunci untuk memberantas korupsi yang sudah ganas di semua bagian pemerintah adalah mulai dengan satu atau paling dua kementerian dulu (lebih baik satu). Bapak sendiri akan perlu membentukkan tim ahli manajemen dan audit khusus yang langsung bertanggunjawab kepada bapak sendiri. Dari pengalaman dalam proses-proses pelaksanaan kita dapat membentuk kebijakan dan sistem monitoring yang sudah di uji coba dan dapat lebih mudah dilaksanakan di kementerian-kementerian yang lain. Salah satu hal yang jelas akan perlu kebijakan baru adalah kesejahteraan yang manusiawi dan adil supaya tidak ada alasan lagi untuk korupsi. Kalau pegawai-pegawai yang di bagian bawah sudah merasa dihargai dan sudah kenyang (tidak tergantung amplop-amplop untuk makanan) mereka akan lebih kuat untuk melaporkan tanda-tanda korupsi yang mereka ketemu dalam dinas mereka.

Kelihatannya salah satu masalah, dengan kegiatan yang sering kena korupsi dan kolusi di Negara Mimpi "proyek", adalah 100% dari anggaran proyek dapat tidak bermanfaat. Mengapa bisa begini? Kelihatannya banyak proyek yang dipilih berdasar "barang dan jasa", tujuannya (kalau berhasil) belum tentu akan meningkatkan mutu pendidikan, atau hanya sebagian kecil dari stakeholders yang disentuh, atau hasilnya tidak "sustainable". Kalau tidak sustainable untuk apa membuat proyeknya? Akhirnya hasil proyek belum tentu bermanfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan negara sama sekali. Mungkin lebih baik kalau memilih SDM yang agak jujur dan membagi beberapa % secara resmi dari anggaran untuk kesejahteraan dari awal asal sisanya dipakai untuk betul mengatasi kebutuhan pendidikan yang benar, tanpa korupsi. Tujuan untuk melaksanakan begini adalah menghancurkan "kebiasaan" dan kebudayaan korupsi. Tetapi pengembangan pendidikan berbasis-proyek memang bukan caranya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Walapun tantangan-tantangannya adalah banyak sekali kami tidak mungkin putus asa karena kebanyakan pegawai di DepDikNas (di Negara Mimpi) adalah mampu dan sangat konsern terhadap pengembangan pendidikan. Kalau kita dapat mengatasi masalah kebudayaan dan kesejahteraan, dan membebasakan mereka dari paradigma lama kita dapat betul maju. Tidak boleh putus asa Pak. Pendidikan akan sangat mempengaruhi (baik atau tidak) masa depan semua bangsa. Salam hormat.

Menyampaikan Saran Anda
Menulis Saran Anda

Draft: Phillip R. 3/12/2007 (Silahkan kontak kami) - maaf, bahasanya belum diedit

Kami ingin menyampaikan Salut ke Program "Republik Mimpi" - Very well done guys!

Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Bapak SBY yang sudah memberi tanda-tanda pengertian dan keinginan maju oleh lanjutan "Kebebasan Pers", dan bahwa acara seperti "Republik Mimpi" boleh ditayangkan di televisi Indonesia.

Dibandingkan era tahun 80an yang kami masih ingat dengan jelas, sekarang ini kita sudah sangat maju dalam hal 'kebebasan rakyat'. Yang penting sekarang adalah fokus terhadap Penindakan Korupsi, Investasi Industri, dan Pendidikan. Kami sangat berharap bahwa lulusan-lulusan dari lembaga pendidikan di Indonesia dapat dijamin pekerjaan yang bermutu di masa yang akan datang tanpa korupsi dan nepotisme supaya SDM yang terbaik di negara ini dimanfaatkan sebagaimana mestinya (daripada orang yang punya uang saja dan ikut korupsi atau mempunyai koneksi).

Berita Khusus Pendidikan
Berita Khusus Pendidikan


Mengunjungi:
Aspirasi Pendidikan Kita
Kunjungi Korupsi Org
Pendidikan Network Indonesia
Pendidikan Network

Untuk yang Peduli Pendidikan

HOME