Pendidikan Nade EasyTujuan PendidikanMetodologi PendidikanGuru BermutuPendidikan Network IndonesiaMajalah Teknologi IndonesiaTeknologi Tepat Guna
Kalau koruptor mencuri uang dan kekayaan kita, dan kita diam saja, salah sendiri. Tetapi malu, malu, malu kita kalau kita diam sambil melihat mereka mencuri masa depan anak-anak kita juga!
PojokAntiKorupsi.Com
Korupsi Berjalan Lancar : Ribuan Sekolah Rusak
 
 Home: Jaringan Kita
 Database Pendidikan
 Berita dan Artikel Baru
 Kenalkan Musuh Negara
  

Kenal Musuh Anda

  
 Sekolah Rusak & Ambruk
  
Sekolah Ambruk : Korupsi?

  
 Kesehatan & Kemiskinan
  
Korupsi & Kemiskinan

  
 Berita InfoKorupsi.Com
  
Berita di InfoKorupsi.Com

  
 Apa Pemerintah Serius?
  
Ikut Kegiatan Kami

  
 Seorang Aktivis HAM
  


Selamat Jalan Pak Munir!


  
 Cari Informasi Korupsi
  
  
Search Pendidikan Network
 
powered by FreeFind

  
 Link-Link Khusus
  



Aspirasi Pendidikan Kita
Aspirasi Kita


  
 E-Mail Pendidikan Gratis
  

Nama:
Panggilan:

Nama@Pendidikan.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Pendidikan.zzn.com

  
 Mengenal Kami
 100 Kunjungan Terakhir
 
Selamat Datang di Pendidikan Network
 

Nama saya Phillip dan saya lulusan universitas dengan Majors Keguruan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia tetapi karir asli saya di dalam bidang Elektronik dan Teknologi Pendidikan. Saya mencintai negera ini dan masyarakatnya dan saya berharap kita dapat bersama mencoba untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Saya sudah mulai peduli mengenai pendidikan di Indonesia sejak saya tiba di sini pada tahun 1983. Tugas saya waktu itu termasuk mencari tenaga teknisi dan memberi latihan tentang teknologi belajar kepada teknisinya. Dari observasi umum saya dan pengalaman saya menginterview calon teknisi yang berpendidikan cukup tinggi 'kelihatannya' ada tiga hal penghambat pendidikan di Indonesia yang menurut saya sangat penting sebagai negara yang sedang berkembang; (1) Pendidikan di Indonesia tidak mengajak pelajar berpikir secara individu, menganalisa, atau mandiri (2) Sekolah kejuruan untuk middle-level (teknisi, tukang, sekretaris, dll) sangat kurang. (3) Pendidikan setelah sekolah dasar terlalu mahal untuk mayoritas masyarakatnya.

Di kantor dan di rumah saya sudah menggunakan komputer sejak awal tahun 1972 tetapi dulu komputer-komputer tersebut memang terlalu lambat dan terbatas sekali untuk berkomunikasi secara efektif (kecuali kalau dananya tidak terbatas). Baru beberapa tahun yang lalu kemampuan komputer personal mulai jauh lebih baik, dan bahan-bahan yang mulai muncul di Internet lebih menarik. Tetapi sebelum saya tiba lagi di Indonesia tahun 1998 saya mencari informasi mengenai pendidikan di Indonesia di Internet dan kelihatannya informasi (dlm Bahasa Indonesia) yang menguntungkan pendidik dan pelajar sangat kurang. Jadi sebelum saya tiba di Indonesia lagi tahun 1998 saya ingin menambah informasinya, tetapi bentuknya belum terpikirkan.

Telah menyelesaikan dua kali dinas bersama DEPDIKNAS dalam ranka (1) Language Technology Consultant and (2) School Development Consultant, yang jelas ada banyak pendidik dan kepala sekolah yang sangat peduli dan ingin meningkatkan kemampuannya dan profesionalisme. Juga banyak yang sudah melaksanakan sesuatu di sekolahnya yang boleh disebut hebat (sangat menguntungkan pelajarnya). Tetapi, masalahnya yang sangat merugikan negaranya yaitu pendidik-pendidik tidak memiliki sistem berkomunikasi yang efektif. Jadi pengalaman-pengalaman dan kemajuan di sekolah tertentu tidak disiaran dan tidak menguntungkan sekolah lain. Jadi saya merasa yang paling penting dulu yaitu membuat jaringan komunikasi - memberi kesempatan!

Sejarah Pendidikan.Net Tersingkat

Homepage Sekolah Menengah (http://smun.net) merupakan homepage yang pertama yang diciptakan secara perorangan di tahun 1998. Pada akhir tahun 1998, setelah mencari lagi secara luas pada Internet segala sumber daya yang berhubungan dengan pendidikan di Indonesia, maka mulai jelaslah bahwa terdapat sedikit sekali informasi maupun materi yang bermanfaat bagi pendidik atau sekolah-sekolah di Indonesia. Amat banyak ditulis mengenai manfaat dan hebatnya Internet bagi pendidikan di Indonesia (Hype). Akan tetapi informasi yang sungguh bermanfaat bagi sekolah boleh dikata tidak ada di Internet. Dan yang lebih penting lagi, hampir tidak ada sama sekali kesempatan bagi para pendidik dan yang berminat terhadap pendidikan secara umum untuk berpartisipasi dan menyumbangkan tenaga bagi pengembangan pendidikan (via internet).

Di tanah air Indonesia, yang terdiri dari 17,000 pulau lebih, jalur komunikasi efektif dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan masih sulit. Pendidikan.Net telah terdaftar pada tahun 1999 karena dianggap sangat penting untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat secara umum untuk berpartisipasi melalui internet dalam pengembangan pendidikan secara adil dan merata. Pencipta Pendidikan.Net yang telah menyaksikan pengembangan yang cukup pesat di berbagai sekolah melalui proses self-empowerment (pemberdayaan diri), percaya bahwa mutu pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan dengan cepat dan secara signifikan bilamana sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang sudah terdapat di Indonesia dimanfaatkan penuh. Melalui di-desentralisasinya pendidikan dan program pelaksanaan School-Based Management atau SBM (yaitu, manajemen berbasis sekolah [MBS]) maka kesempatan untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia akan bertambah besar. Akan tetapi, semua ini hanya bisa efektif jika suara masyarakat pendidikan secara luas didengarkan dan kemandirian masyarakat secara luas pula dapat dicapai.

Selama tahun terakhir ini, Jaringan Pendidikan tersebut telah memulai berbagai tahap dalam perkembangannya, termasuk pula berbagai perubahan nama untuk mendapatkan suatu nama yang mudah diingat dan yang berhubungan langsung dengan sektor pendidikan maupun sektor masyarakat yang berkepentingan. Nama-nama yang telah dipilih adalah sebagai beikut:

  • http://SLTA.Net (Sekolah Menengah),
  • http://SLTP.Net (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama),
  • http://PTHP.Net (Perguruan Tinggi Home Page),
  • http://SchoolDevelopment.Net (Perkembangan Sekolah),
  • http://Indo-Jobs.Com (Lowongan & Tenaga Kerja).

Prasarana Internet dan Sekolah

Jelaslah bahwa salah satu masalah dalam mempergunakan internet bagi pengembangan pendidikan di Indonesia adalah kurangnya prasarana (terutama di berbagai propinsi). Dari sejumlah contoh yang diperoleh dari beberapa sekolah yang melaksanakan pengembangan diri sendiri di Indonesia maka nyata sekali bahwa jalan satu-satunya yang paling efektif untuk mencapai prasarana secara kesinambungan dan pertumbuhan secara merata adalah melalui suatu sistem pelaksanaan di sekolah-sekolah yang berdasarkan MBS yang efektif. Sudah dapat dilihat dari masa lampau bahwa pengadaan fasilitas dari pusat seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah-sekolah secara umum, tidak dapat bertahan lama disebabkan jarak yang sangat jauh dengan pusat pelayanan, dan acapkali pula telah dilaksanakan baik tanpa dukungan penuh dari daerah maupun persiapan yang cukup. Jaringan Pendidikan. Net telah dibuka di:

  • http://E-Pendidikan.Com : Teknologi Pendidikan (Universitas & Sekolah), Komputer, & Internet).

E-Pendidikan.Com menjelaskan proses dasar (yang konsisten dengan MBS) untuk memperoleh fasilitas komputer dan internet di sekolah. Juga dibahas berbagai kenyataan yang berhubungan dengan masalah-masalah belajar/mengajar dan cara ekonomis dalam pemakaian internet (terutama bagi sekolah-sekolah di Indonesia). Isinya E-Pendidikan.Com akan terus ditingkatkan dan anda dapat menemukan banyak petunjuk bermanfaat bagi pengguna internet.

Tantangan dan Diskusi

Di Indonesia ada banyak tantangan terhadap perkembangan pendidikan dan salah satu yang sangat penting adalah korupsi. Korupsi tidak hanya mencuri anggaran negara masa kini, tetapi karena korupsi sangat merugikan perkembangan pendidikan, penghasilan negara untuk generasi-generasi di masa yang akan datang juga sangat dirigikan. Kami menyediakan kesempatan membahas masalah-masalah pendidikan dan korupsi di: Aspirasi Pendidikan Kita

Untuk yang Peduli Pendidikan

Peran Pendidikan.Net / Peran Masyarakat

Pendidikan.Net

  • Untuk menyediakan dukungan secara kesinambungan bagi partisipasi masyarakat (yaitu suara, artikel, forum dsb.)
  • Untuk menyediakan pendaftaran on-line bagi peserta dari berbagai sektor pendidikan di Indonesia supaya saluran komunikasi dapat dibuka.
  • Diharapkan bahwa pendaftaran on-line dapat memberi kesempatan bagi pihak yang berminat untuk berkomunikasi dan membentuk grup sendiri yang seminat dan yang dapat bertindak (action group).

Masyarakat Indonesia
  • Sampai sekarang, kebanyakan peminat Pendidikan.Net merupakan mereka yang hanya mencari informasi saja (sangat pasif). Proses itu (yaitu, mencari/menunggu petunjuk) akan bersifat memperpanjang keadaan yang kurang efisien dari masa lampau. Jika pendidikan di Indonesia benar-benar akan ditingkatkan, maka kita harus bekerja sama dan harus aktif dalam mengambil peranan. Anda sendiri dapat berperan dalam menentukan arah pendidikan di negeri ini di masa depan (pendidikan ini adalah milik Anda dan milik anak Anda!).

  • Di Pendidikan.Net, Anda bisa mendaftarkan diri, berpartisipasi di forum, mengirim artikel untuk situs Pendidikan.Net, memasang pengumuman, mendaftarkan nama untuk menerima informasi (yaitu, melalui mailing list), mendaftarkan alamat e-mail sendiri dsb.

Pendidikan Network diciptakan bagi semua yang peduli pada pendidikan di Indonesia. Penciptanya sering menganggapnya sebagai PNI - Perjuangan (Pendidikan Network Indonesia - Perjuangan) oleh karena masih mengurus tujuh situs sendirian, mencoba mengupdate setiap hari, dan dananya sangat terbatas. Pendidikan.Net sebagai life-long proyek tetapi bentuknya akan ditentukan oleh kebutuhan and keinginan Anda di lapangan. Perlu diketahui pula bahwa Pendidikan.Net akan tetap bebas dari berbagai pengaruh bisnis, dan sekarang dibiayai 100% secara perorangan. Maksud tujuan Pendidikan.Net akan tetap untuk memberi kesempatan bagi semua yang ingin bersuara untuk menentukan masa depan pendidikan di Indonesia!

Phillip Rekdale
Konsultan Pendidikan dan Teknologi
(Jakarta)

 KORUPSI & ISU KEUANGAN
Penindakan Hukum Kasus Korupsi Pendidikan Lemah
Modus Korupsi di Dunia Pendidikan Tidak Berubah
Ini Wilayah Rawan Korupsi Anggaran Pendidikan
Anggaran Pendidikan Naik, Potensi Korupsi Besar
ICW: Dana BOS 2012 Masih Rawan Bocor
Jadi Tersangka Kasus Rosa, Purek UNJ Diperiksa
Sosialisasi Antikorupsi : Kampanye 'Berani Jujur Hebat' Merambah Sekolah
Baru Setahun Direnovasi, Sekolah Di Jakbar Ambruk
Kepsek Diduga Gelapkan Bantuan Siswa Miskin
Antikorupsi Akan Jadi Mata Kuliah Wajib
KKN Penerimaan Siswa Baru Harus Diusut
Korupsi Kemendiknas, Polisi Bidik Satu Tersangka
Kemdiknas : Cara Pejabat Korupsi Lewat Buku
Siapa Lagi yang Terlibat di Kemdiknas?
DUGAAN KORUPSI KEMDIKNAS : ICW: Tak Mungkin Tak Ada Korupsi!
Sulitnya Tekan Penyelewengan Dana BOS
ICW: Kemdiknas Harus Ubah Kebijakan BOS
Parah, 6 dari 10 Sekolah Tilap Dana BOS!
ICW Serahkan Audit BPK ke Kemdiknas
Tiga Pejabat DKI Disamakan dengan Gayus
ICW: Ah, Temuan BPK Masih Terlalu Kecil!
Akhirnya, Kadisdik Akui Ada Pelanggaran
Maaf, Pengembalian Tak Hapuskan Tuntutan
ICW: Rp 5,7 miliar, Angka yang Fantastis
DAK Rp 2,2 Triliun di Kemdiknas Raib!
Kasus Dugaan Korupsi RSBI
Edan, Koruptor Kok Nyaman di Penjara?
Indonesia Terkorup di Asia Pasifik
Koruptor Indonesia Banyak Bersembunyi di Singapura
KPK, PLN Bicara Korupsi Pelayanan Publik
Kini KPK Punya 5 Pilot Berpengalaman
Korupsi di Bank Century Sistematis
Republik Koruptor
Tujuh Perguruan Tinggi Desak Presiden Hentikan Kriminalisasi KPK
Mengapa Banyak Kasus Korupsi Melibatkan Lelaki?
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Rp1,7 Miliar di PDAM Barito Kuala
Tersangka Korupsi Pingsan saat akan Ditahan
ICW Tolak Hendarman Supandji Jadi Jaksa Agung Lagi
Koalisi LSM Tolak Pengesahan RUU Tipikor
Investigation of Corruption at Indonesia Embassy Supported
Korupsi Pengadaan Barang di Depdiknas Rp 20 Miliar
Rapornya Merah, Mendiknas Tak Layak Dipertahankan!
BPK Temukan Potensi Kerugian Negara Rp33,5 Triliun
Pembangunan Jalan Nasional Berpotensi Korupsi
Dugaan Korupsi di Sektor Pendidikan Capai 852,7 Miliar
Korupsi Dana Pendidikan, dari Dinas hingga Sekolah
Penindakan Korupsi di Sektor Pendidikan Payah, Sangat Rendah!
Waduh...60 Persen Sekolah Tilap Dana BOS!
Pembahasan RUU Pengadilan Tipikor Sebaiknya Dihentikan
ICW: Empat Kegagalan BOS Capai Tujuannya
KPK Luncurkan Sistem Pelaporan Online
Kabinet Mendatang Harus Komit Berantas Korupsi
Pembentukan Pengadilan Tipikor Harus Bertahap
Panja Minta Hakim Tipikor Fokus Tangani Korupsi
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Ditahan
Minim Pelaporan Korupsi oleh Pengawas Internal
Sebanyak 68,9 persen Kasus Korupsi Divonis Bebas oleh Pengadilan Umum
KPK Tahan Mantan Pejabat Dephub
80 Pegawai Imigrasi Tilep Biaya 'Visa on Arrival'
Dana Rp 10 M Diduga Dibagikan ke Para Pejabat
Kasus Alih Fungsi Tanjung Api Api : Uang Hasil Korupsi Lenyap di DPR
KPK Tangkap Mantan Direktur Bank Jabar
Pemerintah Dinilai belum Berkontribusi dalam Pemberantasan Korupsi
Wali Kota Manado Dituntut Sembilan Tahun
KPK Jalin Kerja Sama Pemberantasan Korupsi dengan Australia
100 Kasus Salah Gunakan Nama KPK
Korupsi Proyek Dermaga di Indonesia Timur
Korupsi di Cilacap Rugikan Negara Rp 6,8 Miliar
ICW Laporkan Hari Sabarno ke KPK
KPK Periksa Mendagri Terkait Kasus Dugaan Korupsi
 Saran Isu Korupsi Online