Pendidikan Nade EasyTujuan PendidikanMetodologi PendidikanGuru BermutuPendidikan Network IndonesiaMajalah Teknologi IndonesiaTeknologi Tepat Guna
Kalau koruptor mencuri uang dan kekayaan kita, dan kita diam saja, salah sendiri. Tetapi malu, malu, malu kita kalau kita diam sambil melihat mereka mencuri masa depan anak-anak kita juga!
PojokAntiKorupsi.Com
Korupsi Berjalan Lancar : Ribuan Sekolah Rusak
 
 Home: Jaringan Kita
 Database Pendidikan
 Berita dan Artikel Baru
 Kenalkan Musuh Negara
  

Kenal Musuh Anda

  
 Sekolah Rusak & Ambruk
  
Sekolah Ambruk : Korupsi?

  
 Kesehatan & Kemiskinan
  
Korupsi & Kemiskinan

  
 Berita InfoKorupsi.Com
  
Berita di InfoKorupsi.Com

  
 Apa Pemerintah Serius?
  
Ikut Kegiatan Kami

  
 Seorang Aktivis HAM
  


Selamat Jalan Pak Munir!


  
 Cari Informasi Korupsi
  
  
Search Pendidikan Network
 
powered by FreeFind

  
 Link-Link Khusus
  



Aspirasi Pendidikan Kita
Aspirasi Kita


  
 E-Mail Pendidikan Gratis
  

Nama:
Panggilan:

Nama@Pendidikan.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Pendidikan.zzn.com

  
 Mengenal Kami
 100 Kunjungan Terakhir
 
Korupsi di Cilacap Rugikan Negara Rp 6,8 Miliar
By admin
Thursday, July 23, 2009 17:18:00 Clicks: 898 Send to a friend Print Version
Korupsi di Cilacap Rugikan Negara Rp 6,8 Miliar

Kamis, 23 Juli 2009 | 17:18 WIB

CILACAP, KOMPAS.com - Dugaan korupsi pada program Sistem Informasi Manajemen Pemerintahan Desa (Sispemdes) Kabupaten Cilacap yang didanai lewat alokasi dana desa (ADD) selama tahun 2008, potensial merugikan negara sebesar Rp 6,8 miliar.

Dalam program Sispemdes itu, setiap desa diberikan dana ADD sebesar Rp 100 juta. Dari dana itu, setiap desa harus mengalokasikan sebesar Rp 48,5 juta untuk pelatihan da n pengadaan satu unit komputer guna program Sispemdes.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Kepolisian Wilayah Banyumas sementara ini, ditemukan adanya penggelembungan dana dari pelaksanaan program Sispemdes hampir di setiap desa. Hal itu menyebabkan, pelaksanaan program Sispemdes yang sewajarnya cukup Rp 24 juta per desa seperti yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sragen, menjadi Rp 48,5 juta per desa.

Setidaknya dua orang telah ditahan terkait kasus tersebut, yakni staf Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Cilacap Suyatmo dan seorang rekanan Pemkab Cilacap untuk pengadaan komputer Dedi Firmansyah.

Kepala Polwil Banyumas Komisaris Besar Muhammad Ghufron melalui Kepala Sub Bagian Reserse dan Kriminal Komisaris Syarif Rahman mengatakan, sebenarnya banyak pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Oleh karena itu, pihaknya kini sedang mengintensifkan pemeriksaan untuk mendapatkan pelaku utama dalam tindak korupsi itu. Pemeriksaan yang kami jalankan memang dari bawah, sehingga baru orang-orang kecil yang kena. Tapi target kami tetap berusaha mendapatkan otaknya, kata Syarif, Kamis (23/7).

Dari hasil pemeriksaan sejauh ini, katanya, otak pelaku korupsi tersebut berkisar diantara pejabat Pemkab Cilacap. Namun hal itu belum tampak saat ini karena pen cairan dana untuk pelaksanaan Sispemdes dibuat sedemikian rupa sehingga program itu tampak dilaksanakan sendiri oleh masing-masing desa, yang berjumlah 284 desa. Tapi hasil pemeriksaan mulai mengerucut ke beberapa pejabat. Tinggal lihat hasilnya nanti, kata Syarif.

Adapun keterlibat staf Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Cilacap Suyatmo dalam kasus korupsi itu sebagai perantara pengadaan komputer. Hanya melalui dia, para rekanan kerja pemerintah yang bergerak di bidang komputer, dapat ikut serta menyediakan peralatan komputer untuk program Sispemdes.

Dalam praktiknya, Suyatmo mengaku, menerima uang Rp 10 juta dari setiap rekanan yang berjumlah tujuh rekanan. Hal itu pun diperkuat oleh pengakuan dua orang rekanan dalam kasus itu, yakni Heri dan Aditya.

Namun salah seorang rekanan lainnya Dedi Firmansyah yang ikut dimintai keterangan, membantah pengakuan tersebut. Selama dimintai keterangan, menurut Syarif, dia juga memberikan jawaban yang berbelit. Karena itulah dia ditahan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Syarif memang tak sedikit yang memberikan keterangan berbelit. Hampir 25 persen kades dan 60 persen camat yang dimintai keterangan, memberikan penjelasan yang berbelit-belit.

MDN

Sumber: Kompas.Com
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/07/23/
17181744/Korupsi.di.Cilacap.Rugikan.Negara.
Rp.6.8.Miliar
 
More Korupsi & Isu Keuangan Berita
. Modus Korupsi di Dunia Pendidikan Tidak Berubah
. Korupsi Kemendiknas, Polisi Bidik Satu Tersangka
. Kemdiknas : Cara Pejabat Korupsi Lewat Buku
. DUGAAN KORUPSI KEMDIKNAS : ICW: Tak Mungkin Tak Ada Korupsi!
. Siapa Lagi yang Terlibat di Kemdiknas?
. KKN Penerimaan Siswa Baru Harus Diusut
. Antikorupsi Akan Jadi Mata Kuliah Wajib
. Kepsek Diduga Gelapkan Bantuan Siswa Miskin
. Baru Setahun Direnovasi, Sekolah Di Jakbar Ambruk
. Sosialisasi Antikorupsi : Kampanye 'Berani Jujur Hebat' Merambah Sekolah
 KORUPSI & ISU KEUANGAN
Penindakan Hukum Kasus Korupsi Pendidikan Lemah
Modus Korupsi di Dunia Pendidikan Tidak Berubah
Ini Wilayah Rawan Korupsi Anggaran Pendidikan
Anggaran Pendidikan Naik, Potensi Korupsi Besar
ICW: Dana BOS 2012 Masih Rawan Bocor
Jadi Tersangka Kasus Rosa, Purek UNJ Diperiksa
Sosialisasi Antikorupsi : Kampanye 'Berani Jujur Hebat' Merambah Sekolah
Baru Setahun Direnovasi, Sekolah Di Jakbar Ambruk
Kepsek Diduga Gelapkan Bantuan Siswa Miskin
Antikorupsi Akan Jadi Mata Kuliah Wajib
KKN Penerimaan Siswa Baru Harus Diusut
Korupsi Kemendiknas, Polisi Bidik Satu Tersangka
Kemdiknas : Cara Pejabat Korupsi Lewat Buku
Siapa Lagi yang Terlibat di Kemdiknas?
DUGAAN KORUPSI KEMDIKNAS : ICW: Tak Mungkin Tak Ada Korupsi!
Sulitnya Tekan Penyelewengan Dana BOS
ICW: Kemdiknas Harus Ubah Kebijakan BOS
Parah, 6 dari 10 Sekolah Tilap Dana BOS!
ICW Serahkan Audit BPK ke Kemdiknas
Tiga Pejabat DKI Disamakan dengan Gayus
ICW: Ah, Temuan BPK Masih Terlalu Kecil!
Akhirnya, Kadisdik Akui Ada Pelanggaran
Maaf, Pengembalian Tak Hapuskan Tuntutan
ICW: Rp 5,7 miliar, Angka yang Fantastis
DAK Rp 2,2 Triliun di Kemdiknas Raib!
Kasus Dugaan Korupsi RSBI
Edan, Koruptor Kok Nyaman di Penjara?
Indonesia Terkorup di Asia Pasifik
Koruptor Indonesia Banyak Bersembunyi di Singapura
KPK, PLN Bicara Korupsi Pelayanan Publik
Kini KPK Punya 5 Pilot Berpengalaman
Korupsi di Bank Century Sistematis
Republik Koruptor
Tujuh Perguruan Tinggi Desak Presiden Hentikan Kriminalisasi KPK
Mengapa Banyak Kasus Korupsi Melibatkan Lelaki?
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Rp1,7 Miliar di PDAM Barito Kuala
Tersangka Korupsi Pingsan saat akan Ditahan
ICW Tolak Hendarman Supandji Jadi Jaksa Agung Lagi
Koalisi LSM Tolak Pengesahan RUU Tipikor
Investigation of Corruption at Indonesia Embassy Supported
Korupsi Pengadaan Barang di Depdiknas Rp 20 Miliar
Rapornya Merah, Mendiknas Tak Layak Dipertahankan!
BPK Temukan Potensi Kerugian Negara Rp33,5 Triliun
Pembangunan Jalan Nasional Berpotensi Korupsi
Dugaan Korupsi di Sektor Pendidikan Capai 852,7 Miliar
Korupsi Dana Pendidikan, dari Dinas hingga Sekolah
Penindakan Korupsi di Sektor Pendidikan Payah, Sangat Rendah!
Waduh...60 Persen Sekolah Tilap Dana BOS!
Pembahasan RUU Pengadilan Tipikor Sebaiknya Dihentikan
ICW: Empat Kegagalan BOS Capai Tujuannya
KPK Luncurkan Sistem Pelaporan Online
Kabinet Mendatang Harus Komit Berantas Korupsi
Pembentukan Pengadilan Tipikor Harus Bertahap
Panja Minta Hakim Tipikor Fokus Tangani Korupsi
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Ditahan
Minim Pelaporan Korupsi oleh Pengawas Internal
Sebanyak 68,9 persen Kasus Korupsi Divonis Bebas oleh Pengadilan Umum
KPK Tahan Mantan Pejabat Dephub
80 Pegawai Imigrasi Tilep Biaya 'Visa on Arrival'
Dana Rp 10 M Diduga Dibagikan ke Para Pejabat
Kasus Alih Fungsi Tanjung Api Api : Uang Hasil Korupsi Lenyap di DPR
KPK Tangkap Mantan Direktur Bank Jabar
Pemerintah Dinilai belum Berkontribusi dalam Pemberantasan Korupsi
Wali Kota Manado Dituntut Sembilan Tahun
KPK Jalin Kerja Sama Pemberantasan Korupsi dengan Australia
100 Kasus Salah Gunakan Nama KPK
Korupsi Proyek Dermaga di Indonesia Timur
Korupsi di Cilacap Rugikan Negara Rp 6,8 Miliar
ICW Laporkan Hari Sabarno ke KPK
KPK Periksa Mendagri Terkait Kasus Dugaan Korupsi
 Saran Isu Korupsi Online