|
Yang pertama, kami ingin mendukung Pemerintah Indonesia dan Policy Anti-Korupsinya.
Yang kedua,
kami di Pendidikan Network terima pertanyaan-pertanyaan setiap hari mengenai bagaimana pendidikan dapat lebih bermutu di semua sektor pendidikan, dan lebih murah (terjangkau) di sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Memang banyak orang merasa bahwa mereka mengerti masalah-masalahnya dan menyebutkan solusinya, misalnya:
Sekolah dan kampus harus menurunkan biayanya - Bagaimana mungkin? Sebetulnya pendidikan di negara ini sudah relatif murah, apa lagi dibanding negara lain, dan kita perlu meningkatkan mutu lebih dari yang sekarang.
Mengganti sistem - Mengganti sistem 1000 kali juga tidak efektif karena bukan salah sistemnya, sistem adalah kambing hitam (scapegoat).
Memakai Sistem Agama - Kalau begitu mengapa kebanyakan orang yang ingin pendidikan yang lebih bermutu memilih negara barat?
Meningkatkan kemampuan Guru dan Dosen - Dengan kesejahteran yang sangat rendah, dan suasana yang tidak memberi semangat, kemajuannya sangat terbatas.
Kita selalu membahas soal-soal yang sebenarnya hanya hal-samping, tetapi masalah utama adalah korupsi, dan hal-hal yang disebut di atas sebenarnya bukan masalah terpenting. Dengan korupsi yang memakan sampai 30% dari anggaran total negara (apakah ini termasuk semua "markup biaya" dan gaji-gaji pegawai negeri yang tidak-produktif).
"Penilaian ini diungkapkan Indonesia Corruption Watch (ICW), mengamati kasus-kasus korupsi pendidikan yang semakin lama semakin marak. ''Korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah,'' kata Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Publik (MPP) ICW, Ade Irawan."
"Koruptor Sekarang Tidak Lebih Banyak dari Dahulu"
JAKARTA, KOMPAS.COM - "Calon Presiden Jusuf Kalla menilai bahwa koruptor dalam pemerintahan saat ini tidak lebih banyak dari pemerintahan sebelumnya."
Apa maksudnya Pak Jusuf Kalla? Apakah "koruptor dalam pemerintahan saat ini" tidak lebih sedikit juga? Kalau begitu setelah 5 tahun belum ada kemajuan, kan?
Bagaimana dengan Keuangan Pemerintah? "BPK: Laporan Keuangan Pemerintah Buruk"
"Wuih... Indonesia Terkorup, Singapura Terbersih"
"Pemerintah harus punya prioritas dalam pemberantasan korupsi. Mana yang mau dibersihkan dulu? Kalau mau hasil survei bagus, perbaiki pelayanan pada bisnis. Pemerintah jangan cuma berkomitmen secara verbal," ujar Danang. (MON/ANA)
Re: "Mana yang mau dibersihkan dulu?"
Semoga DepDikNas dan Dinas Pendidikan!
"KPK Minta Diknas Adakan Pendidikan Antikorupsi"
Apakah ini tidak sangat ironis?
Bukan anak-anak sekolah yang melakukan korupsi!
Mereka menjadi korbannya! (Dan sangat mengerti masalah korupsi, kan?)
Bukan maling yang dibenarkan, tetapi korbannya!
Lucu ???
Yang perlu dididik (dibenarkan) siapa?
Koruptor-Koruptor Sibuk Mencuri Uang Di Kantor
Tetapi
"KPK Kampanye Antikorupsi di Mal"
Mengapa???
Apakah supaya tidak menggangu koruptor???
Ayo KPK, Mohon Serius!
Kelihatannya masih banyak daerah yang belum mendengar suara Presiden kita!
"Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung Sekolah Rusak"
"Atap Sekolah Runtuh, 10 Siswa Terluka"
"Trauma, Murid dan Guru Enggan Gunakan Sekolah Ambruk"
"Bangunan SD Inpres Lama Sebaiknya Direnovasi"
Apakah kita lagi menunggu bencana seperti di Haiti sebelum DepDikNas akan serius mengenai Keamanan Anak-Anak dan Guru di Sekolah? (Haiti: "Korban Tewas Sekolah Ambruk 82 Siswa")
Lanjutan Ambruk.Com
Apakah, masalah banyak sekolah ambruk juga terkait dengan korupsi?
Mungkin Kita Dapat Belajar Dari Irak dan China!
"Irak Pecat 62.000 Pegawai Karena Korupsi"
"881.000 Pejabat China Dihukum"
Mengapa Indonesia Tidak Bisa?
Di negara kaya, seperti Indonesia, pendidikan sampai tamat sekolah menengah seharusnya gratis (biayanya dari pemerintah). Pendidikan adalah hal yang paling penting di negara yang sedang berkembang. Kalau sumber alam di kelola dengan baik, dan dengan tanah yang subur di mana-mana, seharusnya negara ini termasuk yang paling kaya di Asia Tenggara. Tetapi kalau kita melihat hal pendidikan, masyarakat terus meminta beasiswa dan biaya pendidikan seperti pengemis di pinggir jalan.
Pada waktu tahun 70an sampai 80an keadaan pendidikan di Indonesia dan Malaysia tidak begitu berbeda dan beberapa guru dari Indonesia dibawa ke Malaysia untuk membantu. Sekarang pendidikan di Malaysia termasuk yang paling baik di dunia, tetapi Indonesia tidak maju dan sekarang biaya pendidikan yang bermutu rendah saja sudah mulai menjadi di luar jangkauan kebanyakan masyarakat di Indonesia.
Kita dapat membahas soal-soal yang lain tetapi kita tidak dapat berharap akan ada kemajuan yang signifikan sampai pendidikan mendapat alokasi paling sedikit 20% dari anggaran negara "tanpa disentuh tangan koruptor rakus".
"Korupsi Virus Harus Ditemukan Obatnya" - Virus? Bukan Lingkungan Maling yang Perlu diHukum? Silakan Memaca!
Membaca
 "Indonesia, Negeri yang Selalu Kalah"
 Perpustakaan dan Pojok Antikorupsi
Membaca dan tambah suara anda:.
|